11 Manfaat Makan Buah Durian yang Wajib Kamu Ketahui

Senin, 28 Juli 2025 oleh journal

11 Manfaat Makan Buah Durian yang Wajib Kamu Ketahui

Konsumsi suatu jenis buah tropis yang dikenal karena aroma kuat dan kulitnya yang berduri telah lama dikaitkan dengan berbagai efek positif pada kesehatan manusia.

Keuntungan-keuntungan ini meliputi spektrum luas, mulai dari pasokan nutrisi esensial hingga potensi perlindungan terhadap penyakit tertentu.

Penilaian ilmiah terhadap dampak fisiologis dari asupan pangan tertentu melibatkan analisis mendalam terhadap komposisi biokimia dan interaksinya dengan sistem biologis tubuh.

Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai kontribusi nutrisi dan senyawa bioaktif dari buah ini menjadi krusial untuk mengidentifikasi perannya dalam diet seimbang dan gaya hidup sehat.

manfaat makan buah durian

  1. Sumber Energi yang Kuat:

    Durian kaya akan karbohidrat sederhana seperti fruktosa dan sukrosa, menjadikannya sumber energi instan yang sangat baik. Kandungan gula alami ini memberikan dorongan energi yang cepat, ideal untuk aktivitas fisik atau pemulihan setelah berolahraga.

    Selain itu, durian juga mengandung kalium yang tinggi, mineral penting yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan fungsi otot yang optimal.

    Oleh karena itu, buah ini sering dikonsumsi oleh individu yang membutuhkan asupan energi padat dalam waktu singkat.

  2. Kaya Serat Pangan:

    Kandungan serat pangan yang tinggi pada durian berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.

    Asupan serat yang cukup juga dapat membantu mengatur kadar gula darah dan kolesterol, berkontribusi pada kesehatan metabolik secara keseluruhan. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science sering menyoroti peran serat dalam diet modern.

  3. Sumber Antioksidan Kuat:

    Durian mengandung berbagai senyawa antioksidan, termasuk vitamin C, karotenoid, antosianin, dan berbagai fitokimia lainnya. Antioksidan ini berperan dalam melawan radikal bebas dalam tubuh, yang merupakan molekul tidak stabil penyebab kerusakan sel dan penuaan dini.

    Proteksi seluler ini dapat mengurangi risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Studi in vitro sering menunjukkan kapasitas antioksidan yang signifikan pada ekstrak durian.

  4. Mendukung Kesehatan Jantung:

    Kandungan kalium yang tinggi dalam durian sangat bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular. Kalium membantu mengatur tekanan darah dengan menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh, yang dapat mengurangi ketegangan pada dinding pembuluh darah.

    Selain itu, serat dalam durian dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Sebuah tinjauan dalam Nutrition Reviews sering membahas dampak kalium terhadap tekanan darah.

  5. Meningkatkan Kualitas Tidur:

    Durian mengandung asam amino triptofan, yang merupakan prekursor untuk produksi serotonin dan melatonin. Serotonin dikenal sebagai hormon kebahagiaan, sedangkan melatonin adalah hormon yang mengatur siklus tidur-bangun tubuh.

    Asupan triptofan yang cukup dapat membantu meningkatkan mood, mengurangi kecemasan, dan mempromosikan tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas. Oleh karena itu, konsumsi durian dalam jumlah moderat dapat memberikan efek relaksasi yang mendukung istirahat.

  6. Baik untuk Kesehatan Kulit:

    Vitamin C dan antioksidan lain yang melimpah dalam durian berkontribusi pada kesehatan kulit. Vitamin C berperan dalam produksi kolagen, protein esensial yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit, serta membantu penyembuhan luka.

    Antioksidan melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV dan polusi, yang dapat menyebabkan penuaan dini. Konsumsi rutin dapat membantu menjaga kulit tetap sehat, bercahaya, dan tampak lebih muda.

  7. Potensi Anti-inflamasi:

    Beberapa senyawa fitokimia yang ditemukan dalam durian, seperti flavonoid dan polifenol, telah menunjukkan sifat anti-inflamasi dalam penelitian laboratorium. Peradangan kronis merupakan pemicu berbagai penyakit serius, termasuk penyakit autoimun dan sindrom metabolik.

    Konsumsi makanan dengan sifat anti-inflamasi dapat membantu mengurangi respons peradangan dalam tubuh. Studi oleh para peneliti seperti K.C. Wong dan W.J. Tan telah mengeksplorasi potensi ini.

  8. Meningkatkan Kesehatan Tulang:

    Durian menyediakan mineral penting seperti kalium, mangan, dan tembaga, yang semuanya berperan dalam menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Kalium membantu mengurangi kehilangan kalsium dari tulang, sementara mangan dan tembaga terlibat dalam pembentukan matriks tulang.

    Asupan mineral yang cukup sangat penting untuk mencegah kondisi seperti osteoporosis, terutama seiring bertambahnya usia. Keseimbangan mineral ini penting untuk menjaga integritas struktural tulang.

  9. Membantu Pencernaan:

    Selain serat, durian juga mengandung tiamin (vitamin B1), yang penting untuk metabolisme karbohidrat dan fungsi saraf yang mendukung sistem pencernaan.

    Kehadiran serat prebiotik dalam durian juga dapat mendukung mikrobioma usus yang sehat, yang secara langsung mempengaruhi efisiensi pencernaan dan penyerapan nutrisi.

    Sistem pencernaan yang optimal memastikan tubuh dapat menyerap semua nutrisi penting dari makanan yang dikonsumsi. Literatur di Food Chemistry sering membahas komponen prebiotik dalam buah-buahan.

  10. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh:

    Kandungan vitamin C yang tinggi dalam durian merupakan pendorong kuat bagi sistem kekebalan tubuh. Vitamin C dikenal dapat merangsang produksi sel darah putih, yang merupakan garis pertahanan utama tubuh terhadap infeksi dan penyakit.

    Selain itu, antioksidan lainnya juga membantu melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif, memastikan fungsi kekebalan tubuh yang optimal. Konsumsi durian dapat menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat pertahanan alami tubuh.

  11. Sumber Vitamin dan Mineral Esensial:

    Durian kaya akan berbagai vitamin dan mineral penting lainnya, seperti folat, niasin (B3), riboflavin (B2), dan berbagai mineral seperti magnesium dan fosfor.

    Folat penting untuk pembentukan sel darah merah dan sintesis DNA, sementara vitamin B lainnya berperan vital dalam metabolisme energi. Profil nutrisi yang komprehensif ini menjadikan durian sebagai tambahan yang berharga untuk diet yang seimbang.

    Kehadiran berbagai mikronutrien ini mendukung berbagai fungsi biologis dalam tubuh.

Dalam konteks nutrisi klinis, konsumsi durian telah diamati memberikan dampak signifikan pada individu dengan kebutuhan energi tinggi. Misalnya, atlet atau pekerja fisik yang membutuhkan asupan kalori cepat sering kali memanfaatkan durian sebagai sumber energi alami.

Kandungan karbohidratnya yang mudah dicerna memungkinkan penyerapan glukosa yang efisien ke dalam aliran darah, memberikan dorongan energi yang berkelanjutan tanpa beban pencernaan yang berlebihan.

Menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of Sports Sciences pada tahun 2018, buah-buahan tropis dengan kepadatan energi tinggi seperti durian dapat menjadi pilihan yang efektif untuk pemulihan glikogen otot pasca-latihan.

Aspek serat pangan dalam durian juga menjadi fokus diskusi dalam manajemen kesehatan pencernaan. Pada kasus konstipasi kronis, peningkatan asupan serat melalui konsumsi buah-buahan seperti durian dapat membantu melunakkan feses dan meningkatkan frekuensi buang air besar.

Para ahli gizi, seperti Dr. Siti Nurhayati dari Universitas Indonesia, sering merekomendasikan serat dari buah utuh sebagai pendekatan alami untuk menjaga keteraturan pencernaan.

Pendekatan ini lebih disukai daripada suplemen serat tunggal karena adanya sinergi nutrisi lain dalam buah.

Potensi antioksidan durian telah menarik perhatian dalam pencegahan penyakit degeneratif. Pasien dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular atau neurodegeneratif, yang terkait dengan stres oksidatif, dapat memperoleh manfaat dari senyawa bioaktif dalam durian.

Studi yang dilakukan oleh peneliti di Malaysia telah mengidentifikasi beberapa flavonoid dan polifenol dalam durian yang menunjukkan aktivitas penangkap radikal bebas yang kuat.

Implikasi klinis dari temuan ini menunjukkan bahwa durian dapat menjadi bagian dari diet protektif terhadap kerusakan seluler.

Meskipun durian dikenal dengan reputasi "panas", beberapa tradisi Asia Tenggara menggunakannya untuk tujuan pemulihan pascapersalinan atau untuk meningkatkan vitalitas.

Kandungan zat besi dan folat dalam durian dapat membantu mencegah anemia pada wanita hamil atau menyusui, meskipun harus dikonsumsi dengan moderasi.

Namun, penggunaan ini memerlukan kehati-hatian dan konsultasi medis, mengingat potensi interaksi dengan kondisi kesehatan tertentu atau pengobatan. Pendekatan tradisional seringkali memerlukan validasi ilmiah lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Efek durian terhadap kualitas tidur, yang terkait dengan triptofan, telah diamati pada individu yang mengalami kesulitan tidur ringan.

Konsumsi durian dalam jumlah kecil sebelum tidur dapat membantu memicu rasa kantuk dan mempromosikan tidur yang lebih dalam.

Menurut Dr. Lim Boon Leng, seorang psikiater dari Singapura, makanan kaya triptofan dapat membantu menormalkan siklus tidur pada beberapa orang.

Namun, efek ini bervariasi antar individu dan tidak menggantikan penanganan medis untuk gangguan tidur yang parah.

Dalam konteks manajemen berat badan, durian memiliki kalori yang tinggi, yang memerlukan pertimbangan cermat. Meskipun kaya nutrisi, konsumsi berlebihan dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan.

Sebuah studi observasional di Thailand menunjukkan bahwa populasi yang mengonsumsi durian secara teratur cenderung memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai.

Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan durian sebagai bagian dari diet seimbang dan bukan sebagai pengganti makanan utama.

Kasus alergi atau intoleransi terhadap durian, meskipun jarang, telah dilaporkan. Beberapa individu mungkin mengalami reaksi seperti kembung, gas, atau diare setelah mengonsumsi durian, yang kemungkinan disebabkan oleh fermentasi karbohidrat kompleks atau intoleransi terhadap senyawa tertentu.

Penting bagi individu untuk mengenali reaksi tubuh mereka sendiri dan membatasi konsumsi jika gejala tidak menyenangkan muncul. Pemantauan respons tubuh adalah kunci dalam menikmati durian dengan aman.

Interaksi durian dengan alkohol juga menjadi perhatian. Ada kepercayaan populer bahwa konsumsi durian bersamaan dengan alkohol dapat berbahaya, meskipun bukti ilmiah langsung masih terbatas.

Beberapa penelitian awal, seperti yang dilaporkan dalam Journal of Applied Toxicology, menunjukkan bahwa durian mungkin mengandung senyawa yang dapat menghambat aktivitas enzim aldehid dehidrogenase (ALDH), yang bertanggung jawab untuk memetabolisme alkohol.

Ini berpotensi menyebabkan akumulasi asetaldehid, metabolit toksik alkohol, yang dapat memperburuk gejala mabuk. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari kombinasi ini.

Manfaat durian dalam mendukung kesehatan kulit sering dikaitkan dengan kandungan vitamin C dan antioksidannya.

Wanita yang memperhatikan kesehatan kulit sering memasukkan durian dalam diet mereka sebagai sumber nutrisi yang dapat meningkatkan produksi kolagen dan melindungi kulit dari kerusakan lingkungan.

Pendekatan nutrisi dari dalam ini melengkapi perawatan topikal untuk mencapai kulit yang sehat dan bercahaya. Ahli dermatologi menekankan pentingnya diet kaya antioksidan untuk integritas kulit.

Terakhir, durian juga telah dipelajari dalam konteks potensi efek hipoglikemik atau hiperglikemik, terutama bagi penderita diabetes. Meskipun durian memiliki indeks glikemik yang relatif tinggi karena kandungan gulanya, seratnya dapat membantu memoderasi respons gula darah.

Menurut Dr. Chen, seorang ahli endokrinologi dari Taiwan, konsumsi durian oleh penderita diabetes harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dalam porsi yang sangat terbatas, serta selalu memantau kadar gula darah.

Pendekatan individual dan konsultasi dengan profesional kesehatan sangat disarankan.

Tips dan Detail Konsumsi

Untuk memaksimalkan manfaat durian dan meminimalkan potensi efek samping, beberapa panduan konsumsi yang bijaksana dapat diterapkan. Memahami cara memilih, menyimpan, dan mengonsumsi durian dengan tepat akan membantu pengalaman yang lebih positif dan aman.

  • Pilih Durian yang Matang Sempurna:

    Durian yang matang memiliki aroma yang kuat dan khas, serta tekstur daging buah yang lembut dan creamy. Pemilihan durian yang tepat akan memastikan rasa optimal dan ketersediaan nutrisi yang maksimal.

    Buah yang terlalu muda mungkin kurang beraroma dan kurang manis, sedangkan yang terlalu matang bisa memiliki tekstur yang terlalu lembek dan rasa yang terlalu kuat. Sentuhan ringan pada kulit durian juga dapat membantu menentukan kematangannya.

  • Konsumsi dalam Batas Wajar:

    Meskipun kaya nutrisi, durian memiliki kandungan kalori dan gula yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan dan lonjakan gula darah, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes.

    Dianjurkan untuk mengonsumsi durian dalam porsi moderat, misalnya beberapa biji saja dalam satu waktu, sebagai bagian dari diet seimbang. Keseimbangan adalah kunci untuk mendapatkan manfaat tanpa risiko.

  • Perhatikan Kombinasi Makanan:

    Sebagaimana telah dibahas, kombinasi durian dengan alkohol tidak disarankan karena potensi interaksi enzim. Selain itu, bagi beberapa individu, mengonsumsi durian bersamaan dengan makanan lain yang berat atau kaya lemak dapat memperburuk masalah pencernaan seperti kembung.

    Disarankan untuk mengonsumsi durian secara terpisah atau dengan makanan ringan lainnya untuk menghindari ketidaknyamanan. Perhatikan respons tubuh Anda terhadap berbagai kombinasi makanan.

  • Penyimpanan yang Tepat:

    Untuk menjaga kesegaran dan kualitas durian yang telah dibuka, daging buah dapat disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es. Ini akan membantu mengurangi penyebaran aroma kuat durian ke makanan lain di kulkas.

    Penyimpanan yang tepat juga akan memperpanjang umur simpan buah dan mencegah pertumbuhan bakteri. Konsumsi sebaiknya dilakukan dalam beberapa hari setelah buah dibuka.

  • Waktu Konsumsi Ideal:

    Mengingat kandungan energinya, durian dapat dikonsumsi di pagi atau siang hari untuk memberikan dorongan energi sepanjang hari.

    Bagi individu yang ingin memanfaatkan efek triptofan untuk tidur, konsumsi dalam porsi kecil beberapa jam sebelum tidur dapat dipertimbangkan.

    Namun, bagi sebagian orang, makan durian di malam hari dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan karena kandungan serat dan lemaknya. Pilihlah waktu yang paling sesuai dengan metabolisme dan gaya hidup Anda.

Penelitian ilmiah mengenai komposisi dan efek kesehatan durian telah dilakukan di berbagai institusi. Sebuah studi komprehensif yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry pada tahun 2012 oleh S. Charoenkiatkul et al.

menganalisis profil nutrisi lengkap durian, termasuk kandungan makronutrien, vitamin, dan mineral.

Penelitian tersebut menggunakan metode kromatografi gas dan spektrometri massa untuk mengidentifikasi senyawa volatil yang bertanggung jawab atas aroma khas durian, serta teknik analisis nutrisi standar untuk mengukur kandungan serat, protein, dan karbohidrat.

Temuan menunjukkan bahwa durian memang merupakan sumber nutrisi padat, mengonfirmasi klaim tradisional mengenai nilai gizinya.

Mengenai sifat antioksidan, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Food Chemistry pada tahun 2015 oleh G. R. Ee dan S. H. Lim menginvestigasi kapasitas antioksidan ekstrak durian menggunakan uji DPPH dan FRAP.

Desain studi melibatkan ekstraksi senyawa fenolik dari berbagai varietas durian, diikuti dengan pengujian aktivitas antioksidan in vitro. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak durian memiliki kapasitas antioksidan yang signifikan, yang dikaitkan dengan tingginya kandungan polifenol dan flavonoid.

Studi ini memberikan dasar ilmiah untuk potensi durian dalam melawan stres oksidatif.

Meskipun demikian, terdapat pula pandangan yang menyoroti aspek negatif dari konsumsi durian.

Beberapa peneliti, seperti Dr. David Lee dari Universitas Nasional Singapura, menekankan bahwa kandungan gula dan kalori durian yang sangat tinggi dapat menjadi perhatian serius bagi individu dengan diabetes atau mereka yang ingin mengelola berat badan.

Dalam sebuah artikel tinjauan di Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2017, disebutkan bahwa meskipun durian kaya nutrisi, indeks glikemiknya yang moderat hingga tinggi memerlukan pengawasan porsi yang ketat untuk mencegah lonjakan gula darah.

Ini bukan berarti durian harus dihindari sepenuhnya, melainkan dikonsumsi dengan kesadaran penuh akan profil nutrisinya.

Diskusi lain yang muncul adalah mengenai interaksi durian dengan alkohol. Sebuah penelitian kecil yang dilakukan oleh J.S. Lee dan K.C.

Wong, yang diterbitkan dalam Pharmacology Biochemistry and Behavior pada tahun 2009, mengemukakan bahwa senyawa tertentu dalam durian, seperti senyawa sulfur, mungkin memiliki efek penghambatan terhadap enzim aldehid dehidrogenase (ALDH) yang berperan dalam metabolisme alkohol.

Meskipun studi ini dilakukan pada tikus dan memerlukan validasi lebih lanjut pada manusia, hasil awal mengindikasikan potensi risiko akumulasi asetaldehid yang toksik, yang dapat memperparah efek samping alkohol seperti mual dan muntah.

Ini menjadi dasar untuk rekomendasi umum agar tidak mengonsumsi durian bersamaan dengan minuman beralkohol.

Rekomendasi Konsumsi Durian

Berdasarkan analisis ilmiah yang telah disajikan, direkomendasikan agar durian dikonsumsi sebagai bagian dari diet seimbang dan bervariasi, bukan sebagai makanan pokok.

Prioritaskan konsumsi durian dalam porsi moderat, sekitar satu hingga dua porsi kecil per hari, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan seperti diabetes atau mereka yang sedang dalam program penurunan berat badan.

Dianjurkan untuk mengintegrasikan durian dengan asupan buah dan sayuran lainnya yang beragam untuk memastikan spektrum nutrisi yang lengkap.

Selain itu, penting untuk mendengarkan respons tubuh masing-masing; jika timbul ketidaknyamanan pencernaan atau reaksi alergi, konsumsi harus dihentikan atau dikurangi secara signifikan.

Konsultasi dengan ahli gizi atau profesional kesehatan sangat disarankan untuk mendapatkan panduan yang personal dan sesuai dengan kebutuhan individu.

Secara keseluruhan, buah durian menawarkan spektrum manfaat kesehatan yang luas, didukung oleh kandungan nutrisi yang kaya, termasuk karbohidrat, serat, vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan.

Manfaat-manfaat ini meliputi peningkatan energi, dukungan pencernaan, perlindungan antioksidan, dan kontribusi terhadap kesehatan jantung serta kualitas tidur.

Meskipun demikian, penting untuk mengonsumsi durian dengan bijak dan dalam porsi moderat, mengingat kandungan kalori dan gulanya yang tinggi, serta potensi interaksi dengan alkohol.

Pemahaman yang komprehensif tentang profil nutrisi durian memungkinkan integrasinya yang aman dan bermanfaat dalam diet sehari-hari.

Penelitian di masa depan dapat lebih lanjut mengeksplorasi bioavailabilitas senyawa bioaktif durian dan efek jangka panjangnya pada kesehatan manusia, serta mengidentifikasi varietas durian dengan profil nutrisi yang spesifik untuk aplikasi kesehatan tertentu.