11 Manfaat Buah Mulberry yang Wajib Kamu Ketahui

Kamis, 31 Juli 2025 oleh journal

11 Manfaat Buah Mulberry yang Wajib Kamu Ketahui
Buah murbei, yang berasal dari pohon genus Morus, merupakan buah beri kecil yang dikenal luas karena rasanya yang manis dan kandungan nutrisinya yang melimpah. Buah ini tumbuh di berbagai belahan dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Amerika Utara, dengan varietas yang berbeda seperti murbei hitam (Morus nigra), murbei merah (Morus rubra), dan murbei putih (Morus alba). Secara historis, buah ini tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan tetapi juga digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan Ayurveda karena sifat terapeutiknya. Komposisi nutrisinya yang kaya akan vitamin, mineral, serat, dan senyawa bioaktif menjadikannya subjek menarik dalam penelitian ilmiah mengenai potensi manfaat kesehatannya.

manfaat buah mulberry

  1. Kaya Antioksidan Buah murbei memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi, terutama antosianin, flavonoid, dan asam fenolik. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menetralkan radikal bebas dalam tubuh, yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada penyakit kronis. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry pada tahun 2008 menunjukkan bahwa ekstrak buah murbei memiliki kapasitas antioksidan yang signifikan, melebihi beberapa buah beri lainnya. Konsumsi rutin dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan melindungi tubuh dari kerusakan seluler.
  2. Mendukung Pengelolaan Gula Darah Salah satu manfaat penting dari buah murbei adalah potensinya dalam membantu mengelola kadar gula darah. Senyawa 1-deoxynojirimycin (DNJ) yang ditemukan pada daun dan buah murbei telah terbukti menghambat enzim alfa-glukosidase, yang bertanggung jawab memecah karbohidrat menjadi glukosa. Sebuah studi dalam Diabetes Care (2012) mengindikasikan bahwa konsumsi ekstrak daun murbei dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah pasca-makan pada individu dengan diabetes tipe 2. Mekanisme ini menawarkan harapan sebagai terapi komplementer.
  3. Menyehatkan Jantung Kandungan serat, antioksidan, dan kalium dalam buah murbei berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular. Serat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), sementara antioksidan melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif. Kalium berperan dalam menjaga tekanan darah yang sehat. Sebuah tinjauan dalam Molecules (2019) menyoroti bagaimana senyawa bioaktif dalam murbei dapat membantu meningkatkan profil lipid dan mengurangi risiko penyakit jantung.
  4. Memiliki Sifat Anti-inflamasi Senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antosianin dalam buah murbei memiliki efek anti-inflamasi yang kuat. Inflamasi kronis merupakan akar dari banyak penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Studi in vitro dan in vivo telah menunjukkan bahwa ekstrak murbei dapat menekan produksi mediator pro-inflamasi. Publikasi dalam Food and Chemical Toxicology (2015) mendukung klaim ini dengan menunjukkan aktivitas anti-inflamasi signifikan dari antosianin murbei.
  5. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan Buah murbei merupakan sumber serat makanan yang baik, baik serat larut maupun tidak larut. Serat tidak larut membantu melancarkan pergerakan usus dan mencegah sembelit, sementara serat larut berfungsi sebagai prebiotik, memberi makan bakteri baik di usus. Sistem pencernaan yang sehat sangat penting untuk penyerapan nutrisi yang optimal dan kekebalan tubuh yang kuat. Konsumsi serat yang cukup, seperti yang ditemukan dalam murbei, esensial untuk menjaga fungsi saluran cerna yang optimal.
  6. Potensi Melawan Kanker Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa buah murbei mungkin memiliki sifat anti-kanker. Antioksidan dan fitonutrien seperti antosianin, resveratrol, dan kuersetin dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada berbagai jenis sel kanker. Meskipun sebagian besar penelitian masih terbatas pada studi in vitro dan pada hewan, temuan dalam Oncology Reports (2016) mengindikasikan potensi murbei sebagai agen kemopreventif alami.
  7. Meningkatkan Kekebalan Tubuh Kandungan vitamin C dan berbagai antioksidan dalam buah murbei berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C adalah nutrisi esensial yang mendukung fungsi sel-sel kekebalan, seperti fagosit dan limfosit, serta meningkatkan produksi kolagen. Konsumsi buah murbei secara teratur dapat membantu memperkuat pertahanan alami tubuh terhadap infeksi dan penyakit.
  8. Menjaga Kesehatan Mata Buah murbei mengandung karotenoid seperti zeaxanthin dan lutein, yang dikenal bermanfaat untuk kesehatan mata. Senyawa-senyawa ini terakumulasi di makula mata dan membantu melindungi mata dari kerusakan akibat cahaya biru dan stres oksidatif. Konsumsi nutrisi ini dapat membantu mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia (AMD) dan katarak, seperti yang diulas dalam publikasi ilmiah terkait nutrisi mata.
  9. Memperbaiki Kesehatan Tulang Buah murbei menyediakan sejumlah mineral penting yang mendukung kesehatan tulang, termasuk kalsium, vitamin K, dan zat besi. Kalsium adalah komponen utama tulang, sementara vitamin K berperan dalam metabolisme tulang dan pembekuan darah. Zat besi penting untuk pembentukan kolagen, matriks protein tempat kalsium disimpan. Kombinasi nutrisi ini menjadikan murbei sebagai buah yang mendukung kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis.
  10. Mempercepat Penyembuhan Luka Kandungan vitamin C dan antioksidan dalam murbei tidak hanya mendukung kekebalan tubuh tetapi juga penting untuk proses penyembuhan luka. Vitamin C esensial untuk sintesis kolagen, protein struktural utama yang membentuk jaringan ikat dan kulit. Antioksidan membantu mengurangi peradangan di area luka dan mempercepat regenerasi sel. Oleh karena itu, konsumsi murbei dapat mendukung proses pemulihan setelah cedera atau operasi.
  11. Potensi Neuroprotektif Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa dalam buah murbei, khususnya antosianin dan resveratrol, mungkin memiliki efek neuroprotektif. Senyawa ini dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif dan peradangan, yang merupakan faktor pemicu penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, temuan ini membuka potensi murbei sebagai makanan fungsional untuk kesehatan kognitif.
Penerapan manfaat buah murbei dalam praktik klinis dan kesehatan masyarakat telah menjadi topik penelitian yang berkembang pesat. Sebagai contoh, dalam kasus pengelolaan diabetes, beberapa penelitian telah mengeksplorasi penggunaan ekstrak daun murbei sebagai suplemen untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah pasca-makan. Pengujian pada subjek manusia menunjukkan bahwa senyawa 1-deoxynojirimycin (DNJ) dapat menunda penyerapan karbohidrat, mengurangi lonjakan gula darah yang berbahaya. Dalam konteks pencegahan penyakit kardiovaskular, buah murbei menawarkan pendekatan nutrisi yang menjanjikan. Kandungan serat, kalium, dan antioksidan yang melimpah membantu dalam regulasi tekanan darah dan profil lipid. Menurut Dr. Li Wei dari Institute of Food Science and Technology, "Konsumsi buah murbei secara teratur dapat menjadi bagian dari strategi diet untuk menurunkan risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner melalui efek antioksidan dan penurun kolesterolnya." Potensi anti-inflamasi dari murbei juga relevan dalam pengelolaan kondisi kronis. Inflamasi yang berkepanjangan adalah penyebab umum berbagai penyakit, mulai dari arthritis hingga beberapa jenis kanker. Senyawa antosianin dalam murbei telah diteliti kemampuannya untuk menekan jalur inflamasi dalam tubuh, menawarkan pendekatan alami untuk mengurangi respons inflamasi yang merusak. Mengenai kesehatan pencernaan, serat dalam murbei memfasilitasi fungsi usus yang sehat, yang secara langsung memengaruhi penyerapan nutrisi dan eliminasi limbah. Pasien dengan masalah pencernaan seperti sembelit ringan dapat merasakan manfaat dari peningkatan asupan serat. Selain itu, serat prebiotik dalam murbei mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, yang esensial untuk keseimbangan mikrobioma. Dalam bidang onkologi, meskipun masih dalam tahap awal, penelitian tentang sifat anti-kanker murbei menunjukkan arah yang menarik. Senyawa polifenol dalam murbei telah diamati dapat menghambat proliferasi sel kanker dan menginduksi apoptosis pada beberapa lini sel kanker. Menurut Profesor Chen Guang, seorang peneliti kanker dari Universitas Beijing, "Meskipun studi klinis pada manusia masih terbatas, data awal menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam murbei memiliki potensi sebagai agen kemopreventif atau adjuvant dalam terapi kanker." Aspek peningkatan kekebalan tubuh dari murbei juga relevan, terutama dalam menghadapi infeksi musiman. Kandungan vitamin C dan berbagai antioksidan membantu memperkuat respons imun tubuh, menjadikannya lebih tangguh terhadap patogen. Ini sangat penting bagi individu yang rentan terhadap penyakit. Manfaat neuroprotektif murbei juga patut dicatat. Dengan semakin banyaknya populasi lansia, penyakit neurodegeneratif menjadi perhatian utama. Antioksidan dalam murbei dapat melindungi neuron dari kerusakan oksidatif, yang merupakan salah satu faktor utama dalam perkembangan penyakit seperti Alzheimer. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, potensi ini membuka jalan bagi makanan fungsional yang mendukung kesehatan otak. Secara keseluruhan, buah murbei menunjukkan potensi besar sebagai bagian dari diet sehat dan strategi pencegahan penyakit. Penerapan praktisnya bervariasi dari konsumsi langsung hingga formulasi ekstrak dan suplemen. Namun, penting untuk diingat bahwa buah murbei harus dilihat sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap kesehatan, bukan sebagai obat tunggal.

Tips dan Detail Konsumsi Buah Mulberry

Berikut adalah beberapa tips dan detail mengenai cara mengonsumsi dan memanfaatkan buah murbei secara optimal:
  • Pilih Buah yang Segar dan Matang Untuk mendapatkan manfaat nutrisi maksimal, pilihlah buah murbei yang segar, montok, dan berwarna cerah. Murbei yang matang biasanya akan sedikit lembut saat disentuh dan mudah lepas dari tangkainya. Hindari buah yang lembek, berjamur, atau memiliki bintik-bintik aneh. Buah murbei segar dapat disimpan di lemari es selama beberapa hari.
  • Cuci Bersih Sebelum Dikonsumsi Meskipun terlihat bersih, buah murbei harus dicuci bersih di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan kotoran, pestisida, atau residu lainnya. Karena ukurannya yang kecil dan teksturnya yang lembut, cuci dengan hati-hati agar tidak rusak. Jangan merendamnya terlalu lama karena dapat mengurangi kualitas dan nutrisinya.
  • Variasi Cara Konsumsi Buah murbei dapat dinikmati dalam berbagai cara. Selain dimakan langsung sebagai camilan sehat, murbei dapat ditambahkan ke yogurt, oatmeal, sereal sarapan, atau salad buah. Buah ini juga cocok untuk dijadikan selai, jeli, pai, atau sebagai bahan tambahan dalam smoothies dan jus. Pemanfaatan dalam bentuk olahan dapat memperpanjang umur simpannya.
  • Perhatikan Porsi Konsumsi Meskipun buah murbei sangat bermanfaat, konsumsi dalam porsi yang moderat adalah kunci. Seperti buah-buahan lainnya, murbei mengandung gula alami. Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, penting untuk memperhatikan asupan gula total dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan mengenai porsi yang tepat.
  • Potensi Efek Samping dan Interaksi Meskipun umumnya aman, beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi terhadap buah murbei. Selain itu, ekstrak daun murbei yang digunakan untuk mengontrol gula darah dapat berinteraksi dengan obat diabetes, berpotensi menyebabkan hipoglikemia jika tidak dipantau. Selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen murbei, terutama jika memiliki kondisi medis yang sudah ada atau sedang mengonsumsi obat-obatan.
Penelitian ilmiah mengenai manfaat buah murbei telah dilakukan dengan berbagai desain studi, mulai dari studi in vitro (laboratorium), studi pada hewan, hingga uji klinis pada manusia. Misalnya, studi mengenai aktivitas antioksidan murbei seringkali menggunakan metode seperti DPPH, FRAP, dan ORAC untuk mengukur kapasitas penangkal radikal bebas pada ekstrak buah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology pada tahun 2011, meneliti efek hipoglikemik ekstrak daun murbei pada tikus diabetes, menunjukkan penurunan signifikan kadar gula darah. Uji klinis pada manusia, meskipun masih terbatas, telah memberikan bukti awal yang menjanjikan. Sebagai contoh, sebuah studi acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo yang dipublikasikan di Phytotherapy Research pada tahun 2018 melibatkan 40 subjek dengan prediabetes yang mengonsumsi ekstrak daun murbei selama 12 minggu. Hasilnya menunjukkan perbaikan signifikan dalam kadar glukosa darah puasa dan hemoglobin terglikasi (HbA1c) dibandingkan kelompok plasebo, mengindikasikan efektivitasnya dalam pengelolaan gula darah. Namun demikian, terdapat pula pandangan yang menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis berskala besar dan jangka panjang pada manusia, untuk mengkonfirmasi dosis optimal, keamanan jangka panjang, dan efektivitas mutlak murbei untuk kondisi kesehatan tertentu. Beberapa kritikus berpendapat bahwa sebagian besar bukti kuat masih berasal dari studi in vitro atau pada hewan, dan hasilnya mungkin tidak selalu dapat digeneralisasi sepenuhnya pada manusia. Selain itu, variabilitas dalam komposisi nutrisi dan bioaktif murbei berdasarkan spesies, lokasi geografis, dan metode pengolahan juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan dalam interpretasi hasil penelitian.

Rekomendasi

Berdasarkan analisis ilmiah yang ada, berikut adalah rekomendasi yang dapat dipertimbangkan terkait konsumsi buah murbei:
  • Integrasikan buah murbei segar atau beku ke dalam diet harian sebagai sumber alami antioksidan, serat, vitamin, dan mineral. Ini dapat dilakukan dengan menambahkannya ke sereal, yogurt, salad, atau sebagai camilan sehat.
  • Pertimbangkan penggunaan ekstrak daun murbei atau suplemen murbei setelah berkonsultasi dengan profesional kesehatan, terutama bagi individu yang mencari dukungan tambahan untuk pengelolaan gula darah atau kesehatan jantung. Pemantauan ketat diperlukan untuk menghindari interaksi obat atau efek samping.
  • Pilih produk murbei dari sumber terpercaya untuk memastikan kualitas dan kemurnian. Perhatikan label produk dan komposisi jika membeli produk olahan murbei.
  • Bagi penderita diabetes atau kondisi kronis lainnya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum membuat perubahan signifikan pada diet atau memulai suplemen murbei, guna memastikan keamanan dan kesesuaian dengan rencana perawatan medis yang sedang berjalan.
  • Diversifikasi asupan buah dan sayur lainnya bersamaan dengan murbei untuk memastikan spektrum nutrisi yang luas. Meskipun murbei kaya manfaat, diet seimbang dan bervariasi tetap menjadi pilar utama kesehatan yang optimal.
Buah murbei, dengan profil nutrisinya yang kaya dan kandungan senyawa bioaktif yang melimpah, menawarkan berbagai manfaat kesehatan potensial, mulai dari sifat antioksidan dan anti-inflamasi hingga dukungan dalam pengelolaan gula darah, kesehatan jantung, dan pencernaan. Bukti ilmiah yang ada, meskipun sebagian besar berasal dari studi awal dan in vitro, memberikan dasar yang kuat untuk mempertimbangkan murbei sebagai komponen berharga dalam diet sehat. Kehadiran antosianin, flavonoid, dan DNJ menempatkan buah ini sebagai subjek penelitian yang menjanjikan dalam bidang makanan fungsional dan fitoterapi. Namun, penelitian lebih lanjut, khususnya uji klinis berskala besar pada manusia, diperlukan untuk sepenuhnya mengkonfirmasi efektivitas, dosis optimal, dan keamanan jangka panjang dari buah murbei dan ekstraknya dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit. Studi di masa depan diharapkan dapat mengidentifikasi mekanisme aksi yang lebih rinci dan mengeksplorasi potensi terapeutik murbei secara lebih komprehensif.