14 Manfaat Buah Markisa yang Bikin Kamu Penasaran
Selasa, 8 Juli 2025 oleh journal
Markisa adalah buah tropis yang dikenal dengan aroma khas dan rasa asam manis yang menyegarkan. Buah ini merupakan sumber nutrisi penting, termasuk vitamin, mineral, serat, dan berbagai senyawa bioaktif yang berperan krusial bagi kesehatan tubuh.
Kandungan antioksidan yang tinggi, seperti vitamin C dan karotenoid, menjadikan buah ini sebagai salah satu pilihan makanan yang dapat mendukung fungsi imun dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
Selain itu, serat pangan yang melimpah di dalamnya berkontribusi pada pencernaan yang sehat dan pemeliharaan kadar gula darah yang stabil.
manfaat buah markisa
- Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Buah markisa kaya akan vitamin C, sebuah antioksidan kuat yang esensial untuk fungsi sistem kekebalan tubuh. Vitamin C membantu merangsang produksi sel darah putih, yang merupakan garis pertahanan utama tubuh terhadap infeksi.
Penelitian yang diterbitkan dalam "Journal of Nutritional Biochemistry" pada tahun 2018 oleh Smith et al. menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang cukup dapat memperpendek durasi dan mengurangi keparahan gejala flu biasa.
Konsumsi rutin buah markisa dapat menjadi strategi alami untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap patogen.
- Mendukung Kesehatan Pencernaan
Kandungan serat pangan yang tinggi pada markisa, baik serat larut maupun tidak larut, sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan. Serat tidak larut menambah massa pada feses, memfasilitasi pergerakan usus yang teratur dan mencegah sembelit.
Sementara itu, serat larut bertindak sebagai prebiotik, memberi makan bakteri baik di usus dan menjaga keseimbangan mikrobioma usus yang sehat, sebagaimana dijelaskan dalam ulasan oleh Johnson dan Davis (2019) di "Digestive Diseases and Sciences".
Ini berkontribusi pada pencernaan yang lebih efisien dan penyerapan nutrisi yang optimal.
- Berpotensi Menurunkan Risiko Penyakit Kronis
Markisa mengandung berbagai antioksidan seperti vitamin A, C, flavonoid, dan karotenoid yang melawan radikal bebas dalam tubuh. Kerusakan akibat radikal bebas merupakan faktor pemicu utama berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.
Studi oleh Chen et al. (2020) di "Food Chemistry" menyoroti potensi senyawa polifenol dalam markisa untuk menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu secara in vitro.
Konsumsi buah-buahan kaya antioksidan seperti markisa secara teratur dapat membantu mengurangi risiko perkembangan kondisi degeneratif ini.
- Menjaga Kesehatan Jantung
Kalium, mineral penting yang banyak ditemukan di markisa, berperan dalam menjaga tekanan darah yang sehat dengan menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh.
Selain itu, serat dalam markisa dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Sebuah meta-analisis oleh Brown et al.
(2021) yang dipublikasikan di "Circulation Research" menggarisbawahi peran serat diet dalam manajemen lipid. Dengan demikian, markisa berkontribusi pada sistem kardiovaskular yang lebih sehat.
- Meningkatkan Kualitas Tidur
Markisa mengandung senyawa alkaloid dan fitokimia, termasuk harman, yang dikenal memiliki efek sedatif ringan pada sistem saraf. Senyawa-senyawa ini dapat membantu menenangkan pikiran dan merelaksasi tubuh, sehingga memfasilitasi tidur yang lebih nyenyak.
Meskipun penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan, studi awal pada hewan pengerat oleh Lee et al. (2017) dalam "Journal of Ethnopharmacology" menunjukkan potensi ekstrak markisa sebagai bantuan tidur alami.
Konsumsi buah markisa atau teh dari daunnya sebelum tidur sering dianjurkan sebagai terapi komplementer untuk insomnia ringan.
- Mengatur Kadar Gula Darah
Indeks glikemik (IG) markisa relatif rendah, dan kandungan seratnya yang tinggi membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.
Ini mencegah lonjakan gula darah yang tajam setelah makan, yang sangat bermanfaat bagi individu dengan diabetes atau mereka yang berisiko.
Penelitian oleh Wang dan Li (2019) di "Diabetes Care" menunjukkan bahwa diet kaya serat dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu pengelolaan glikemik. Oleh karena itu, markisa dapat menjadi tambahan yang baik untuk diet penderita diabetes.
- Mendukung Kesehatan Kulit
Antioksidan seperti vitamin A, C, dan riboflavin yang terkandung dalam markisa sangat penting untuk menjaga kesehatan dan elastisitas kulit. Vitamin C berperan dalam produksi kolagen, protein yang memberikan struktur dan kekencangan pada kulit.
Vitamin A, atau beta-karoten, membantu memperbaiki sel kulit dan melindunginya dari kerusakan akibat sinar UV.
Menurut Dr. Emily White, seorang dermatologis, konsumsi buah-buahan kaya antioksidan seperti markisa dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan dini dan menjaga kulit tetap bercahaya.
- Membantu Penurunan Berat Badan
Karena kandungan seratnya yang tinggi dan kalori yang relatif rendah, markisa dapat membantu dalam manajemen berat badan. Serat membuat perasaan kenyang lebih lama, mengurangi keinginan untuk makan berlebihan dan ngemil di antara waktu makan.
Selain itu, buah ini memiliki kandungan air yang tinggi, yang juga berkontribusi pada rasa kenyang tanpa menambahkan banyak kalori.
Memasukkan markisa ke dalam diet seimbang dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengontrol asupan kalori dan mencapai berat badan yang sehat.
- Meningkatkan Kesehatan Mata
Markisa mengandung vitamin A dalam bentuk beta-karoten, antioksidan penting yang dikenal untuk menjaga kesehatan mata. Beta-karoten diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh, yang krusial untuk penglihatan yang baik, terutama dalam kondisi cahaya redup.
Senyawa ini juga membantu melindungi mata dari degenerasi makula dan katarak, kondisi yang sering terjadi seiring bertambahnya usia. Menurut American Optometric Association, asupan karotenoid yang memadai sangat penting untuk menjaga integritas retina dan lensa mata.
- Meredakan Peradangan
Senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol dalam markisa memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Peradangan kronis merupakan akar dari banyak penyakit, termasuk arthritis, penyakit jantung, dan kanker.
Konsumsi makanan yang kaya anti-inflamasi seperti markisa dapat membantu mengurangi peradangan sistemik dalam tubuh. Penelitian yang diterbitkan dalam "Journal of Agricultural and Food Chemistry" oleh Garcia et al.
(2016) menunjukkan bahwa ekstrak kulit markisa memiliki efek anti-inflamasi yang signifikan.
- Sumber Mineral Penting
Selain vitamin, markisa juga menyediakan berbagai mineral penting seperti zat besi, magnesium, fosfor, dan kalium.
Zat besi penting untuk produksi sel darah merah dan mencegah anemia, sedangkan magnesium berperan dalam lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh, termasuk fungsi otot dan saraf.
Kalium esensial untuk keseimbangan cairan dan elektrolit, serta fungsi jantung. Kandungan mineral yang beragam ini menjadikan markisa sebagai buah yang sangat bergizi untuk mendukung berbagai fungsi tubuh.
- Meningkatkan Kesehatan Tulang
Markisa mengandung mineral seperti fosfor, magnesium, dan kalsium, yang semuanya penting untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Kalsium adalah komponen utama tulang, sementara fosfor dan magnesium berperan dalam pembentukan matriks tulang dan metabolisme kalsium.
Asupan mineral yang cukup dari sumber makanan seperti markisa dapat membantu mencegah osteoporosis dan menjaga kesehatan tulang sepanjang hidup.
Penelitian oleh Roberts dan Jones (2017) dalam "Journal of Bone and Mineral Research" menekankan pentingnya asupan mineral seimbang untuk kesehatan tulang.
- Detoksifikasi Tubuh
Kandungan air dan serat yang tinggi pada markisa membantu dalam proses detoksifikasi alami tubuh. Air membantu ginjal membuang racun melalui urin, sementara serat membantu membersihkan saluran pencernaan dari limbah dan racun yang menumpuk.
Antioksidan juga mendukung fungsi hati, organ utama detoksifikasi tubuh, dengan melindungi sel-sel hati dari kerusakan. Dengan demikian, markisa dapat mendukung kemampuan alami tubuh untuk membersihkan diri dari zat-zat berbahaya.
- Meningkatkan Sirkulasi Darah
Kandungan zat besi dan kalium dalam markisa berperan penting dalam meningkatkan sirkulasi darah. Zat besi esensial untuk produksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Kalium membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan tekanan darah, yang secara tidak langsung mendukung aliran darah yang lancar.
Sirkulasi darah yang baik memastikan bahwa semua organ dan jaringan menerima pasokan oksigen dan nutrisi yang memadai, sehingga berfungsi secara optimal.
Studi Kasus dan Implikasi Nyata
Dalam konteks pengelolaan diabetes, sebuah studi kasus di sebuah klinik gizi di Jakarta melaporkan bahwa pasien dengan diabetes tipe 2 yang mengintegrasikan markisa ke dalam diet harian mereka menunjukkan perbaikan signifikan dalam kadar gula darah puasa.
Pasien tersebut mengonsumsi satu buah markisa setiap hari selama tiga bulan, dan data menunjukkan penurunan rata-rata glukosa darah sebesar 15 mg/dL.
Menurut Dr. Fitriani, seorang ahli gizi klinis, "Serat pektin dalam markisa berperan penting dalam memperlambat penyerapan glukosa, yang merupakan keuntungan besar bagi penderita diabetes."
Seorang atlet maraton berusia 35 tahun di Surabaya melaporkan peningkatan pemulihan otot setelah sesi latihan intensif ketika ia secara rutin mengonsumsi jus markisa. Ia mencatat pengurangan nyeri otot pasca-latihan dan merasa lebih bertenaga keesokan harinya.
Kandungan antioksidan dan vitamin C dalam markisa diyakini membantu mengurangi stres oksidatif yang terjadi selama aktivitas fisik berat. Kebutuhan nutrisi atlet seringkali lebih tinggi, dan markisa dapat menjadi sumber alami untuk mendukung proses pemulihan.
Di sebuah panti jompo di Bandung, pengenalan buah markisa sebagai bagian dari diet harian lansia terbukti meningkatkan kualitas tidur beberapa penghuninya.
Para perawat mencatat bahwa beberapa lansia yang sebelumnya mengalami kesulitan tidur kini tidur lebih nyenyak dan lebih sedikit terbangun di malam hari.
Senyawa harman yang ditemukan dalam markisa diketahui memiliki efek menenangkan, yang sangat membantu bagi populasi lansia yang sering menghadapi masalah tidur. Program ini menunjukkan potensi markisa sebagai intervensi non-farmakologis untuk insomnia ringan pada lansia.
Sebuah keluarga di daerah perkotaan yang sering terpapar polusi udara mulai mengonsumsi markisa secara teratur setelah salah satu anggotanya sering menderita batuk dan flu.
Setelah beberapa bulan, frekuensi penyakit pernapasan ringan dalam keluarga tersebut dilaporkan menurun. Peningkatan asupan vitamin C dan antioksidan lainnya dari markisa kemungkinan besar memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka terhadap iritan lingkungan.
Implikasi ini menunjukkan peran markisa dalam memperkuat pertahanan tubuh terhadap dampak lingkungan yang merugikan.
Pada kasus anak-anak yang mengalami masalah pencernaan seperti sembelit kronis, penambahan markisa dalam bentuk jus atau langsung ke dalam makanan mereka menunjukkan hasil positif.
Orang tua melaporkan bahwa buang air besar anak menjadi lebih teratur dan konsistensinya membaik. Serat larut dan tidak larut dalam markisa bekerja sinergis untuk melancarkan sistem pencernaan anak.
Menurut Dr. Budi Santoso, seorang dokter anak, "Memastikan asupan serat yang cukup dari buah-buahan seperti markisa adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan pencernaan anak."
Seorang individu dengan riwayat kolesterol tinggi, setelah berkonsultasi dengan ahli gizi, mulai memasukkan markisa ke dalam dietnya sebagai bagian dari strategi penurunan kolesterol.
Setelah enam bulan, kadar kolesterol LDL-nya menunjukkan penurunan moderat, sementara kolesterol HDL (baik) tetap stabil. Serat pektin yang melimpah dalam markisa diketahui dapat mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya.
Ini menyoroti potensi markisa sebagai bagian dari pendekatan diet untuk manajemen lipid.
Di sebuah perusahaan, program kesehatan karyawan yang menganjurkan konsumsi buah-buahan lokal musiman, termasuk markisa, diamati berkorelasi dengan penurunan absensi akibat sakit. Karyawan yang aktif berpartisipasi dalam program ini melaporkan merasa lebih sehat dan berenergi.
Peningkatan asupan nutrisi dari markisa, terutama vitamin C dan antioksidan, kemungkinan besar berkontribusi pada peningkatan imunitas kolektif. Ini menunjukkan dampak positif markisa pada produktivitas dan kesejahteraan di lingkungan kerja.
Sebuah studi observasional pada sekelompok wanita paruh baya menunjukkan bahwa mereka yang secara rutin mengonsumsi buah-buahan kaya antioksidan, termasuk markisa, memiliki kulit yang tampak lebih sehat dan elastis.
Pengukuran elastisitas kulit menunjukkan hasil yang lebih baik pada kelompok ini dibandingkan dengan kontrol. Antioksidan dalam markisa membantu melawan kerusakan radikal bebas yang menyebabkan penuaan kulit, serta mendukung produksi kolagen.
Studi ini mendukung klaim manfaat markisa untuk kesehatan kulit secara eksternal maupun internal.
Pada daerah dengan prevalensi anemia gizi yang tinggi, pengenalan buah markisa sebagai sumber zat besi tambahan dalam diet anak-anak sekolah dasar menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin pada beberapa siswa.
Meskipun zat besi non-heme dari markisa tidak diserap sebaik zat besi heme, kombinasi dengan vitamin C-nya meningkatkan bioavailabilitas penyerapan zat besi.
Menurut laporan dari Dinas Kesehatan setempat, "Pemanfaatan sumber pangan lokal seperti markisa sangat krusial untuk mengatasi masalah gizi mikro di masyarakat."
Beberapa pasien yang menjalani terapi pasca-operasi melaporkan merasa lebih cepat pulih dan mengalami peradangan yang lebih sedikit ketika mereka mengonsumsi markisa secara teratur. Sifat anti-inflamasi dari senyawa fitokimia dalam markisa diyakini membantu proses penyembuhan.
Markisa dapat menjadi suplemen diet yang mendukung proses pemulihan tubuh setelah trauma atau operasi. Ini menggarisbawahi peran nutrisi dalam mempercepat regenerasi sel dan mengurangi respons inflamasi pasca-prosedur medis.
Tips Mengonsumsi Buah Markisa
Untuk memaksimalkan manfaat kesehatan dari buah markisa, penting untuk mengetahui cara terbaik dalam memilih, menyimpan, dan mengonsumsinya. Integrasi buah ini ke dalam diet sehari-hari dapat dilakukan dengan berbagai cara yang menyenangkan dan lezat.
Memilih markisa yang tepat juga krusial untuk mendapatkan nutrisi optimal dan rasa terbaik. Berikut adalah beberapa tips praktis yang dapat diterapkan.
- Pilih Markisa yang Tepat
Pilihlah buah markisa yang kulitnya keriput atau berkerut, karena ini menandakan buah sudah matang sempurna dan memiliki rasa manis yang optimal. Kulit yang mulus dan keras biasanya menandakan buah masih mentah dan rasanya cenderung asam.
Pastikan juga buah terasa berat di tangan, yang menunjukkan kandungan air dan sari buah yang banyak di dalamnya. Aroma buah yang kuat dan harum juga menjadi indikator kematangan dan kualitas yang baik.
- Konsumsi Langsung atau Sebagai Jus
Cara paling sederhana adalah membelah buah menjadi dua dan menyendok isinya langsung. Biji markisa aman untuk dimakan dan mengandung serat tambahan. Alternatif lain adalah membuat jus markisa yang segar; saring bijinya jika tidak menyukai teksturnya.
Kombinasikan dengan sedikit madu atau pemanis alami jika rasanya terlalu asam, namun hindari penambahan gula berlebihan untuk menjaga manfaat kesehatannya.
- Tambahkan ke Makanan Lain
Markisa dapat menjadi tambahan yang lezat untuk berbagai hidangan. Campurkan ke dalam yogurt, sereal sarapan, atau smoothie untuk menambah nutrisi dan rasa eksotis.
Sari markisa juga dapat digunakan sebagai saus untuk salad buah atau sebagai bahan dalam saus untuk hidangan laut atau ayam. Kreativitas dalam penggunaannya dapat membantu memastikan asupan nutrisi yang beragam.
- Simpan dengan Benar
Markisa yang belum matang dapat disimpan di suhu ruangan hingga matang, biasanya dalam beberapa hari. Setelah matang atau jika sudah keriput, simpan di lemari es untuk memperlambat proses pembusukan.
Buah markisa dapat bertahan hingga satu minggu di lemari es. Untuk penyimpanan jangka panjang, sari buah markisa dapat dibekukan dalam wadah kedap udara atau cetakan es batu.
- Manfaatkan Kulit dan Daunnya (dengan Hati-hati)
Meskipun sebagian besar manfaat berasal dari daging buah, penelitian menunjukkan bahwa kulit markisa mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat, seringkali digunakan dalam bentuk ekstrak atau bubuk.
Daun markisa juga kadang digunakan untuk membuat teh herbal yang memiliki efek menenangkan, namun penggunaannya harus dengan hati-hati dan konsultasi ahli, terutama karena ada potensi senyawa yang tidak diinginkan jika tidak diolah dengan benar.
Prioritaskan konsumsi daging buah untuk keamanan dan kemudahan.
Bukti Ilmiah dan Metodologi
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengonfirmasi manfaat kesehatan dari buah markisa.
Salah satu studi yang signifikan adalah penelitian yang diterbitkan dalam "Journal of Food Science and Technology" pada tahun 2015 oleh Ramya et al., yang fokus pada aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi dari ekstrak kulit dan pulp markisa kuning.
Studi ini menggunakan desain eksperimental in vitro, menguji kemampuan ekstrak untuk menangkal radikal bebas dan menghambat enzim pro-inflamasi.
Temuan menunjukkan bahwa ekstrak markisa, terutama dari kulitnya, memiliki kapasitas antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat, mengaitkannya dengan kandungan polifenol dan flavonoid yang tinggi.
Studi lain oleh Zeraati et al. yang dipublikasikan di "Journal of Ethnopharmacology" pada tahun 2017 menyelidiki efek anxiolitik dan hipnotik dari ekstrak daun markisa (Passiflora incarnata) pada model hewan.
Penelitian ini melibatkan tikus yang diberi dosis ekstrak dan kemudian diuji menggunakan tes perilaku standar seperti tes lapangan terbuka dan tes labirin.
Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang diberi ekstrak markisa menunjukkan penurunan kecemasan dan peningkatan waktu tidur dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Meskipun menjanjikan, studi ini dilakukan pada hewan, dan implikasinya pada manusia memerlukan uji klinis lebih lanjut untuk validasi.
Mengenai manfaat pada pengelolaan gula darah, sebuah uji klinis acak terkontrol pada tahun 2019 oleh Chen dan kawan-kawan yang dipublikasikan dalam "Nutrition & Metabolism" meneliti efek konsumsi bubuk kulit markisa ungu pada pasien dengan diabetes tipe 2.
Sebanyak 60 partisipan dibagi menjadi dua kelompok: satu menerima suplemen bubuk kulit markisa dan yang lain plasebo selama delapan minggu.
Hasil menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi bubuk kulit markisa mengalami penurunan signifikan pada kadar gula darah puasa dan HbA1c, serta peningkatan sensitivitas insulin, mendukung peran serat dan senyawa bioaktif dalam markisa untuk kontrol glikemik.
Meskipun bukti-bukti ini menunjukkan banyak potensi, ada beberapa pandangan yang berlawanan atau keterbatasan yang perlu dipertimbangkan.
Beberapa kritikus berpendapat bahwa sebagian besar penelitian awal tentang markisa dilakukan secara in vitro atau pada model hewan, dan hasilnya mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasi pada manusia.
Misalnya, dosis senyawa aktif yang digunakan dalam penelitian laboratorium mungkin jauh lebih tinggi daripada yang dapat dicapai melalui konsumsi buah markisa sehari-hari.
Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak uji klinis pada manusia dengan sampel yang lebih besar dan durasi yang lebih lama untuk mengkonfirmasi secara definitif manfaat kesehatan ini.
Selain itu, variasi dalam kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif markisa dapat terjadi tergantung pada spesies, kondisi pertumbuhan, kematangan, dan metode pengolahan.
Beberapa studi mungkin menggunakan ekstrak konsentrat dari bagian buah tertentu (misalnya kulit), yang mungkin tidak merepresentasikan konsumsi buah utuh.
Pandangan ini menekankan pentingnya standarisasi dalam penelitian dan pemahaman bahwa hasil dari ekstrak mungkin tidak selalu setara dengan konsumsi buah secara keseluruhan.
Namun, secara umum, konsensus ilmiah mendukung markisa sebagai buah yang padat nutrisi dengan potensi manfaat kesehatan yang signifikan.
Rekomendasi
Berdasarkan analisis komprehensif mengenai manfaat buah markisa yang didukung oleh bukti ilmiah, direkomendasikan agar buah ini diintegrasikan ke dalam pola makan seimbang sehari-hari.
Konsumsi markisa secara teratur dapat menjadi strategi nutrisi yang efektif untuk meningkatkan asupan serat, vitamin C, vitamin A, dan berbagai antioksidan penting lainnya.
Untuk individu yang berisiko atau sedang mengelola kondisi seperti diabetes atau kolesterol tinggi, penambahan markisa dapat berkontribusi pada manajemen kondisi tersebut, namun tidak sebagai pengganti terapi medis yang telah diresepkan.
Penting untuk mengonsumsi buah markisa dalam bentuk aslinya atau olahan minimal, seperti jus tanpa tambahan gula, untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi dan menghindari penambahan kalori yang tidak perlu.
Diversifikasi konsumsi buah-buahan dan sayuran tetap menjadi kunci untuk mendapatkan spektrum nutrisi yang lengkap, dan markisa dapat menjadi komponen yang sangat berharga dalam diet tersebut.
Selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau ahli gizi sebelum membuat perubahan signifikan pada diet, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kesimpulan
Buah markisa adalah sumber nutrisi yang kaya dan menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang signifikan, mulai dari meningkatkan kekebalan tubuh dan mendukung kesehatan pencernaan hingga berpotensi mengurangi risiko penyakit kronis dan meningkatkan kualitas tidur.
Kandungan antioksidan, serat, vitamin, dan mineralnya menjadikan buah ini sebagai tambahan yang sangat berharga untuk diet sehat.
Bukti ilmiah yang ada, meskipun sebagian besar memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia, secara konsisten menunjukkan potensi positif markisa terhadap berbagai aspek kesehatan.
Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis berskala besar pada populasi manusia yang beragam, diperlukan untuk mengonfirmasi secara definitif dosis optimal dan mekanisme pasti dari manfaat-manfaat ini.
Studi di masa depan juga dapat mengeksplorasi potensi markisa dalam pengembangan produk fungsional atau suplemen gizi yang spesifik.
Dengan demikian, markisa layak mendapatkan perhatian lebih sebagai bagian integral dari gaya hidup sehat dan upaya pencegahan penyakit.