15 Manfaat Buah Kepel Tak Terduga yang Bikin Kamu Penasaran
Rabu, 30 Juli 2025 oleh journal
Manfaat, dalam konteks pembahasan ini, merujuk pada segala bentuk keuntungan atau dampak positif yang dapat diperoleh dari konsumsi atau penggunaan suatu zat, produk, atau praktik tertentu.
Keuntungan ini dapat bersifat terapeutik, nutrisi, preventif, atau peningkatan kualitas hidup secara umum. Penilaian terhadap manfaat seringkali didasarkan pada data empiris, studi ilmiah, atau observasi tradisional yang telah teruji secara turun-temurun.
Pemahaman mendalam mengenai aspek-aspek positif ini menjadi krusial untuk mengoptimalkan potensi suatu sumber daya alami dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan manusia.
Salah satu contoh yang menarik untuk dikaji adalah potensi yang terkandung dalam buah kepel (Stelechocarpus burahol), sebuah tanaman endemik yang memiliki sejarah panjang dalam praktik pengobatan tradisional di beberapa wilayah.
Buah ini dikenal tidak hanya karena cita rasa uniknya, tetapi juga karena atribut fungsional yang dikaitkan dengannya, terutama dalam kebudayaan Jawa.
Berbagai klaim mengenai khasiatnya telah mendorong eksplorasi ilmiah lebih lanjut untuk memvalidasi dan memahami mekanisme di balik efek-efek positif yang dilaporkan.
Oleh karena itu, penelitian berbasis bukti menjadi sangat penting untuk mengonfirmasi dan mendokumentasikan manfaat spesifik yang dapat ditawarkan oleh buah kepel.
manfaat buah kepel
- Menghilangkan Bau Badan dan Napas
Salah satu manfaat paling terkenal dari buah kepel adalah kemampuannya untuk mengurangi bau badan dan napas yang tidak sedap.
Kandungan senyawa bioaktif dalam buah ini, seperti flavonoid dan polifenol, diyakini dapat memodifikasi komposisi senyawa volatil yang dikeluarkan melalui keringat dan pernapasan. Mekanisme ini diduga melibatkan proses detoksifikasi internal yang memengaruhi metabolisme tubuh.
Konsumsi rutin buah kepel secara tradisional dipercaya dapat menghasilkan efek deodoran alami dari dalam tubuh, menjadikan keringat dan napas memiliki aroma yang lebih menyenangkan.
- Sebagai Diuretik Alami
Buah kepel memiliki sifat diuretik yang dapat membantu meningkatkan produksi urine dan ekskresi cairan dari tubuh. Kandungan air dan mineral tertentu dalam buah ini berperan dalam merangsang fungsi ginjal untuk mengeluarkan kelebihan garam dan racun.
Efek diuretik ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan saluran kemih dan mencegah pembentukan batu ginjal. Peningkatan volume urine juga membantu membersihkan sistem tubuh dari produk limbah metabolik, mendukung fungsi detoksifikasi alami.
- Potensi Antikanker
Penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak buah kepel mengandung senyawa antioksidan tinggi, seperti flavonoid dan terpenoid, yang memiliki potensi antikanker. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel dan memicu pertumbuhan sel kanker.
Studi in vitro telah menunjukkan kemampuan ekstrak kepel dalam menghambat proliferasi beberapa jenis sel kanker. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis pada manusia, masih diperlukan untuk mengonfirmasi efek ini secara definitif.
- Anti-inflamasi
Senyawa bioaktif yang ditemukan dalam buah kepel juga menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan. Flavonoid dan polifenol dapat menghambat jalur inflamasi dalam tubuh, mengurangi produksi mediator pro-inflamasi.
Efek ini berpotensi membantu meredakan kondisi peradangan kronis, seperti artritis atau penyakit radang usus. Dengan mengurangi respons inflamasi, buah kepel dapat berkontribusi pada pengelolaan nyeri dan pembengkakan yang terkait dengan kondisi peradangan.
- Meningkatkan Kesehatan Kulit
Kandungan antioksidan dalam buah kepel berperan penting dalam menjaga kesehatan dan elastisitas kulit. Antioksidan membantu melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV dan polusi lingkungan, yang merupakan penyebab utama penuaan dini.
Konsumsi buah ini secara teratur dapat membantu mencerahkan kulit, mengurangi noda hitam, dan memberikan tampilan yang lebih segar dan awet muda. Beberapa klaim tradisional juga menyebutkan kemampuannya dalam mengatasi masalah jerawat dan eksim.
- Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Buah kepel merupakan sumber vitamin dan mineral esensial yang penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh yang optimal.
Kandungan vitamin C, misalnya, dikenal sebagai antioksidan kuat yang mendukung produksi sel darah putih, garis pertahanan utama tubuh terhadap infeksi.
Konsumsi buah yang kaya nutrisi ini dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh, menjadikan individu lebih resisten terhadap serangan patogen. Ini merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
- Melancarkan Pencernaan
Serat makanan yang terkandung dalam buah kepel berkontribusi pada kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan menjaga konsistensi feses yang sehat.
Selain itu, serat juga berperan sebagai prebiotik, mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus.
Pencernaan yang sehat adalah kunci untuk penyerapan nutrisi yang efisien dan pencegahan berbagai masalah gastrointestinal, sehingga konsumsi buah ini dapat memberikan dampak positif pada kesehatan usus.
- Menurunkan Kadar Kolesterol
Kandungan serat larut dalam buah kepel dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Serat larut mengikat kolesterol di saluran pencernaan, mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah.
Mekanisme ini berkontribusi pada pencegahan aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Selain itu, beberapa fitokimia dalam buah juga mungkin berperan dalam metabolisme lipid yang sehat, mendukung profil kolesterol yang lebih baik.
- Potensi Mengontrol Gula Darah
Meskipun manis, buah kepel memiliki indeks glikemik yang relatif rendah dan kaya serat, yang dapat membantu dalam pengelolaan kadar gula darah. Serat memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah, mencegah lonjakan gula darah setelah makan.
Ini berpotensi bermanfaat bagi individu dengan risiko diabetes tipe 2 atau yang sedang mengelola kondisi diabetes. Namun, konsumsi harus tetap dalam batas wajar dan disesuaikan dengan kebutuhan individu.
- Kesehatan Jantung
Kombinasi antioksidan, serat, dan potasium dalam buah kepel berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular. Antioksidan melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif, sementara serat membantu menurunkan kolesterol.
Potasium penting untuk menjaga tekanan darah yang sehat dengan menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Semua faktor ini bekerja sinergis untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, menjadikannya tambahan yang baik untuk diet pro-jantung.
- Sumber Antioksidan Kuat
Buah kepel kaya akan berbagai senyawa antioksidan, termasuk flavonoid, polifenol, dan vitamin C. Antioksidan ini berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres oksidatif.
Stres oksidatif dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, termasuk kanker, penyakit jantung, dan penuaan dini. Konsumsi antioksidan dari buah-buahan seperti kepel sangat penting untuk menjaga integritas seluler dan mencegah penyakit.
- Mendukung Kesehatan Tulang
Meskipun bukan sumber kalsium utama, buah kepel mengandung mineral lain seperti potasium dan magnesium yang penting untuk kesehatan tulang. Potasium membantu mengurangi kehilangan kalsium dari tulang, sementara magnesium terlibat dalam pembentukan tulang dan metabolisme kalsium.
Konsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya mineral ini berkontribusi pada kepadatan tulang yang optimal dan mengurangi risiko osteoporosis di kemudian hari. Nutrisi yang seimbang sangat penting untuk menjaga kekuatan tulang sepanjang hidup.
- Potensi Antimikroba
Beberapa studi fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak buah kepel mungkin memiliki aktivitas antimikroba. Senyawa tertentu dalam buah ini, seperti terpenoid dan alkaloid, berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur patogen.
Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, sifat ini dapat memberikan manfaat dalam mencegah atau mengatasi infeksi tertentu. Potensi antimikroba alami ini membuka jalan untuk eksplorasi lebih lanjut dalam aplikasi farmasi.
- Sumber Energi Alami
Buah kepel mengandung karbohidrat kompleks dan gula alami yang dapat menjadi sumber energi yang sehat bagi tubuh. Gula alami ini menyediakan energi yang stabil tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis, berkat kandungan seratnya.
Konsumsi buah ini dapat membantu menjaga stamina dan vitalitas sepanjang hari. Ini merupakan alternatif yang lebih sehat dibandingkan camilan olahan yang tinggi gula tambahan dan rendah nutrisi.
- Detoksifikasi Tubuh
Kombinasi sifat diuretik dan antioksidan dalam buah kepel menjadikannya pendukung yang baik untuk proses detoksifikasi alami tubuh. Dengan meningkatkan produksi urine, buah ini membantu ginjal mengeluarkan racun dan produk limbah metabolik.
Antioksidan melindungi sel-sel hati dan organ detoksifikasi lainnya dari kerusakan oksidatif, memastikan fungsinya tetap optimal. Oleh karena itu, konsumsi buah kepel dapat berkontribusi pada pembersihan internal tubuh dan menjaga kesehatan organ vital.
Sejarah penggunaan buah kepel sebagai deodoran internal telah lama tercatat dalam manuskrip dan praktik keraton Jawa, khususnya di kalangan putri-putri raja.
Mereka mengonsumsi buah ini secara rutin untuk menjaga kesegaran tubuh dan nafas, yang dianggap sebagai bagian integral dari estetika dan etika seorang bangsawan.
Praktik ini menunjukkan pemahaman empiris yang mendalam tentang khasiat buah tersebut jauh sebelum adanya penelitian ilmiah modern. Keberlanjutan tradisi ini selama berabad-abad menjadi bukti awal tentang efektivitas yang dirasakan oleh masyarakat.
Dalam konteks pengobatan tradisional, buah kepel juga sering digunakan sebagai ramuan untuk mengatasi masalah ginjal dan saluran kemih.
Sifat diuretiknya yang telah terbukti secara anekdot mendukung klaim ini, membantu melancarkan buang air kecil dan membersihkan sistem.
Menurut Dr. Purnomo, seorang etnobotanis dari Universitas Gadjah Mada, Penggunaan kepel dalam pengobatan tradisional adalah contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat mengidentifikasi tanaman dengan khasiat farmakologis sebelum sains modern mampu memvalidasinya melalui uji laboratorium.
Ini menyoroti potensi besar tanaman lokal yang belum sepenuhnya dieksplorasi.
Penelitian fitokimia modern mulai mengungkap senyawa-senyawa bioaktif yang bertanggung jawab atas manfaat buah kepel. Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Kimia Farmasi pada tahun 2018, misalnya, mengidentifikasi adanya flavonoid, saponin, dan terpenoid dalam ekstrak buah kepel.
Senyawa-senyawa ini dikenal memiliki aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba yang kuat. Penemuan ini memberikan dasar ilmiah yang kokoh untuk memahami mekanisme di balik khasiat tradisional yang telah lama dipercayai.
Kasus perbandingan dengan buah-buahan lain menunjukkan bahwa profil antioksidan buah kepel cukup unik, terutama dalam komposisi spesifik flavonoidnya.
Meskipun banyak buah lain kaya antioksidan, kombinasi senyawa dalam kepel mungkin memberikan efek sinergis yang lebih spesifik, seperti pada efek deodoran internal.
Beberapa peneliti berpendapat bahwa senyawa volatil dalam kepel dapat dimetabolisme dan diekskresikan melalui kelenjar keringat, memberikan aroma yang khas.
Menurut Profesor Wijaya, seorang ahli biokimia pangan, Fenomena ini adalah contoh menarik dari bagaimana fitokimia dapat memengaruhi fisiologi manusia secara halus namun signifikan.
Meskipun demikian, tantangan dalam budidaya dan komersialisasi buah kepel masih menjadi hambatan utama. Pohon kepel membutuhkan kondisi tumbuh yang spesifik dan masa panen yang terbatas, membuat ketersediaannya tidak seluas buah-buahan komersial lainnya.
Hal ini membatasi potensi buah kepel untuk diintegrasikan secara luas ke dalam produk kesehatan atau pangan fungsional. Upaya konservasi dan pengembangan teknik budidaya yang lebih efisien diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pasokan buah ini.
Aplikasi potensial buah kepel tidak hanya terbatas pada konsumsi langsung. Beberapa penelitian awal telah mengeksplorasi kemungkinan penggunaan ekstrak kepel dalam industri kosmetik dan farmasi.
Misalnya, sifat antioksidan dan pencerah kulitnya menjadikannya kandidat menarik untuk formulasi produk perawatan kulit. Selain itu, potensi antimikrobanya dapat dimanfaatkan dalam pengembangan agen antibakteri alami.
Diversifikasi produk berbahan dasar kepel dapat meningkatkan nilai ekonomis dan aksesibilitas manfaatnya.
Edukasi masyarakat mengenai manfaat buah kepel juga merupakan kasus penting yang perlu diperhatikan. Banyak orang, bahkan di Indonesia, yang belum familiar dengan buah ini dan khasiatnya.
Kampanye kesadaran dan promosi yang berbasis ilmiah dapat membantu meningkatkan apresiasi publik terhadap buah lokal ini.
Menurut Dr. Lestari, seorang pakar gizi komunitas, Mengintegrasikan buah-buahan lokal berkhasiat seperti kepel ke dalam diet sehari-hari dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara alami.
Pengembangan produk fungsional dari buah kepel, seperti minuman kesehatan atau suplemen, juga menjadi area diskusi yang relevan. Ini akan memungkinkan manfaat buah kepel untuk diakses oleh khalayak yang lebih luas, melampaui konsumsi buah segar.
Namun, formulasi produk semacam itu harus melalui uji stabilitas dan efektivitas yang ketat untuk memastikan bahwa senyawa aktifnya tetap terjaga.
Standardisasi ekstrak dan dosis yang tepat akan menjadi kunci keberhasilan pengembangan produk ini di pasar global.
Tips dan Detail Konsumsi Buah Kepel
- Pilih Buah yang Matang Sempurna
Untuk mendapatkan manfaat optimal dan rasa terbaik, pilihlah buah kepel yang sudah matang sempurna. Ciri-ciri buah yang matang adalah kulitnya berwarna cokelat kehitaman dan sedikit lunak saat ditekan.
Hindari buah yang masih hijau atau terlalu keras, karena rasanya mungkin masih sepat dan kandungan nutrisinya belum maksimal. Buah yang matang juga cenderung memiliki aroma yang lebih kuat dan khas.
- Konsumsi Secara Rutin
Untuk merasakan efek deodoran internal atau manfaat kesehatan lainnya, konsumsi buah kepel secara rutin dan teratur. Beberapa sumber tradisional menyarankan konsumsi satu hingga dua buah setiap hari.
Konsistensi dalam mengonsumsi buah ini sangat penting agar senyawa aktifnya dapat terakumulasi dalam tubuh dan memberikan efek yang diinginkan. Hasilnya mungkin tidak instan dan bervariasi antar individu.
- Cara Konsumsi
Buah kepel dapat dikonsumsi langsung setelah dicuci bersih. Daging buahnya yang berwarna kuning atau oranye memiliki tekstur lembut dan rasa manis dengan sedikit aroma bunga.
Beberapa orang mungkin membuang bijinya, namun biji kepel juga diklaim memiliki beberapa khasiat. Pastikan untuk mencuci buah dengan air mengalir sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan kotoran atau residu pestisida yang mungkin menempel.
- Simpan dengan Benar
Buah kepel segar sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, atau di dalam lemari es untuk memperpanjang masa simpannya. Jangan menyimpan buah yang belum matang di lemari es karena dapat menghambat proses pematangan.
Penyimpanan yang tepat akan membantu menjaga kesegaran buah dan mencegah pembusukan, sehingga manfaat nutrisinya tetap terjaga hingga saat dikonsumsi.
- Perhatikan Reaksi Tubuh
Meskipun buah kepel umumnya aman dikonsumsi, setiap individu dapat memiliki reaksi yang berbeda. Jika timbul reaksi alergi atau ketidaknyamanan setelah mengonsumsi buah ini, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan profesional kesehatan.
Penting untuk selalu mendengarkan tubuh dan menyesuaikan konsumsi sesuai dengan toleransi pribadi. Reaksi yang tidak diinginkan, meskipun jarang, perlu diwaspadai.
- Kombinasikan dengan Pola Hidup Sehat
Manfaat buah kepel akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat secara keseluruhan.
Ini mencakup diet seimbang yang kaya buah dan sayuran, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan menghindari kebiasaan tidak sehat seperti merokok atau konsumsi alkohol berlebihan.
Buah kepel adalah suplemen alami, bukan pengganti gaya hidup sehat yang komprehensif. Pendekatan holistik akan memberikan hasil terbaik.
Penelitian ilmiah mengenai buah kepel telah berkembang dalam beberapa dekade terakhir, meskipun masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Salah satu studi penting yang meneliti komposisi fitokimia buah kepel adalah penelitian oleh Yuniarto et al.
yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Plants Research pada tahun 2015.
Studi ini menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) dan spektrometri massa (MS) untuk mengidentifikasi berbagai senyawa fenolik, termasuk flavonoid seperti kuersetin dan kaempferol, serta beberapa asam fenolat.
Sampel buah dikumpulkan dari perkebunan di Jawa Tengah, dan metode ekstraksi yang berbeda digunakan untuk mengoptimalkan perolehan metabolit sekunder.
Temuan utama adalah bahwa ekstrak buah kepel menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat dalam uji DPPH dan FRAP, mendukung klaim tradisional mengenai manfaat kesehatannya.
Dalam konteks efek deodoran, meskipun mekanisme pastinya masih dalam tahap penelitian, beberapa hipotesis telah diajukan. Sebuah studi pendahuluan oleh Santosa et al.
yang dipublikasikan di International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical Research pada tahun 2017, menyelidiki dampak konsumsi ekstrak kepel pada profil metabolit volatil dalam urin dan keringat sukarelawan.
Meskipun ukuran sampel masih terbatas, hasil menunjukkan adanya perubahan pada beberapa senyawa volatil yang terkait dengan bau badan, mengindikasikan potensi efek deodoran internal.
Penelitian ini menggunakan desain studi kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol plasebo untuk meminimalkan bias. Namun, penelitian lebih lanjut dengan jumlah subjek yang lebih besar dan kontrol yang lebih ketat diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini secara statistik.
Mengenai potensi antikanker, sebuah studi in vitro oleh Widyastuti et al.
dalam Asian Pacific Journal of Cancer Prevention tahun 2019 menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah kepel memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker payudara (MCF-7) dan sel kanker serviks (HeLa).
Penelitian ini menggunakan uji MTT untuk menilai viabilitas sel dan analisis apoptosis untuk mengamati mekanisme kematian sel.
Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak kepel dapat menginduksi apoptosis pada sel kanker tanpa merusak sel normal secara signifikan pada konsentrasi tertentu.
Namun, perlu ditekankan bahwa studi in vitro tidak selalu dapat diterjemahkan langsung ke efek in vivo, dan uji klinis pada manusia adalah langkah selanjutnya yang esensial.
Meskipun sebagian besar penelitian mendukung manfaat buah kepel, terdapat juga pandangan yang menekankan perlunya kehati-hatian.
Beberapa kritikus berpendapat bahwa banyak klaim manfaat masih didasarkan pada bukti anekdotal atau studi in vitro yang belum didukung oleh uji klinis skala besar pada manusia.
Misalnya, mengenai klaim efek diuretik, meskipun ada kandungan air dan mineral, kuantitas yang dibutuhkan untuk efek terapeutik yang signifikan mungkin memerlukan konsumsi dalam jumlah besar, yang tidak selalu praktis atau direkomendasikan.
Basis pandangan ini adalah standar pembuktian ilmiah yang ketat, yang menuntut replikasi dan validasi melalui uji klinis terkontrol secara acak untuk mengkonfirmasi efikasi dan keamanan jangka panjang.
Penelitian mengenai toksisitas juga menjadi aspek penting yang perlu dipertimbangkan. Studi oleh Pramono et al.
dalam Jurnal Farmasi Indonesia pada tahun 2016 melaporkan bahwa ekstrak buah kepel menunjukkan profil keamanan yang baik pada uji toksisitas akut dan subkronis pada hewan coba, tanpa menunjukkan efek samping yang signifikan pada dosis tertentu.
Namun, data mengenai toksisitas jangka panjang pada manusia dan interaksi dengan obat-obatan lain masih sangat terbatas.
Oleh karena itu, bagi individu yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi buah kepel secara rutin atau dalam jumlah besar.
Rekomendasi
Berdasarkan analisis manfaat dan bukti ilmiah yang ada, konsumsi buah kepel secara moderat dapat direkomendasikan sebagai bagian dari diet sehat untuk mendukung kesehatan umum.
Bagi individu yang mencari alternatif alami untuk mengatasi masalah bau badan, buah kepel dapat dicoba secara rutin, dengan memperhatikan reaksi tubuh masing-masing.
Konsumsi satu hingga dua buah kepel segar per hari dapat menjadi titik awal yang baik.
Selain itu, mengingat potensi antioksidan dan anti-inflamasi, buah kepel dapat diintegrasikan sebagai sumber fitokimia pelindung. Untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi, disarankan mengonsumsi buah kepel dalam bentuk segar atau olahan minimal.
Bagi mereka yang tertarik pada manfaat spesifik, seperti dukungan ginjal atau pencernaan, konsumsi serat dan cairan yang cukup dari sumber lain juga harus tetap menjadi prioritas.
Penting untuk diingat bahwa buah kepel bukanlah pengganti pengobatan medis untuk kondisi kesehatan serius. Apabila terdapat masalah kesehatan kronis, konsultasi dengan profesional medis tetap menjadi langkah paling bijaksana.
Bagi industri, pengembangan produk berbasis kepel yang terstandardisasi dan teruji secara klinis perlu didorong untuk memperluas aksesibilitas dan pemanfaatan manfaatnya secara lebih luas dan terjamin keamanannya.
Buah kepel (Stelechocarpus burahol) adalah anugerah alam dengan beragam manfaat kesehatan yang menarik, mulai dari kemampuannya sebagai deodoran internal alami hingga potensi antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker.
Manfaat-manfaat ini didukung oleh penggunaan tradisional yang telah lama teruji serta beberapa studi fitokimia dan farmakologi awal yang mengidentifikasi senyawa bioaktif penting seperti flavonoid dan polifenol.
Meskipun banyak klaim telah divalidasi pada tingkat laboratorium, sebagian besar bukti masih bersifat in vitro atau anekdotal, menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya pada manusia secara komprehensif.
Masa depan penelitian mengenai buah kepel sangat menjanjikan.
Arah penelitian selanjutnya harus berfokus pada uji klinis terkontrol secara acak dengan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi manfaat yang diklaim, khususnya efek deodoran internal dan potensi antikanker.
Selain itu, eksplorasi lebih lanjut mengenai mekanisme kerja spesifik dari senyawa bioaktif dalam tubuh, serta studi toksisitas jangka panjang dan interaksi obat, sangat krusial.
Pengembangan teknik budidaya yang berkelanjutan dan formulasi produk yang inovatif juga akan menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi buah kepel sebagai sumber daya alami yang berharga bagi kesehatan manusia.