Ketahui 22 Manfaat Bligo yang Jarang Diketahui!

Jumat, 29 Agustus 2025 oleh journal

Ketahui 22 Manfaat Bligo yang Jarang Diketahui!

Bligo, atau dikenal juga dengan nama labu air atau kundur (nama ilmiah: Benincasa hispida), merupakan anggota famili Cucurbitaceae yang banyak dibudidayakan di berbagai wilayah Asia.

Buah ini dikenal memiliki ukuran yang cukup besar dengan kulit berwarna hijau pucat hingga putih keabu-abuan saat matang, serta daging buah yang berwarna putih dan bertekstur renyah.

Kandungan airnya yang sangat tinggi menjadikan bligo pilihan populer dalam berbagai hidangan kuliner, mulai dari sup, kari, hingga manisan.

Selain penggunaan kuliner, bligo juga telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena profil nutrisinya yang kaya dan potensi senyawa bioaktifnya.

manfaat buah bligo

  1. Mendukung Hidrasi Tubuh Optimal. Buah bligo memiliki kandungan air yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 96% dari berat totalnya, menjadikannya sumber hidrasi yang sangat baik. Konsumsi buah ini secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mencegah dehidrasi, dan mendukung fungsi organ vital. Hidrasi yang memadai esensial untuk metabolisme seluler, transportasi nutrisi, dan regulasi suhu tubuh, sebagaimana ditekankan dalam studi mengenai hidrasi yang dipublikasikan dalam Journal of Human Nutrition and Dietetics pada tahun 2010.
  2. Membantu Pengelolaan Berat Badan. Kandungan kalori buah bligo sangat rendah, sekitar 13 kalori per 100 gram, sementara seratnya cukup memadai. Profil nutrisi ini menjadikannya pilihan ideal bagi individu yang sedang menjalani program diet atau ingin menjaga berat badan. Konsumsi makanan rendah kalori dan tinggi serat dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, sebuah prinsip yang banyak dibahas dalam penelitian obesitas, seperti yang dilaporkan oleh Dr. Ardiansyah dalam bukunya "Gizi dan Kesehatan" tahun 2018.
  3. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan. Bligo mengandung serat makanan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Serat membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam saluran cerna. Konsumsi serat yang cukup telah terbukti mengurangi risiko berbagai gangguan pencernaan, sebagaimana yang sering diulas dalam publikasi seperti American Journal of Clinical Nutrition.
  4. Berpotensi sebagai Diuretik Alami. Sifat diuretik bligo dikaitkan dengan kandungan air dan mineralnya yang dapat merangsang produksi urin. Efek diuretik ini bermanfaat untuk membantu membersihkan ginjal dari racun dan kelebihan garam, serta mengurangi retensi cairan dalam tubuh. Penggunaan tanaman dengan sifat diuretik telah lama menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional, dengan beberapa studi preklinis menunjukkan potensi ini pada Benincasa hispida, seperti yang pernah dilaporkan dalam Journal of Ethnopharmacology.
  5. Sumber Antioksidan Penting. Bligo mengandung berbagai senyawa antioksidan, termasuk flavonoid dan polifenol, yang berfungsi melawan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel dan DNA, berkontribusi pada penuaan dini dan berbagai penyakit kronis. Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dari sumber alami seperti buah-buahan dapat membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif, sebuah temuan yang konsisten dengan berbagai studi fitokimia.
  6. Mendukung Pengendalian Gula Darah. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak bligo berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah. Efek ini mungkin terkait dengan kemampuannya dalam meningkatkan sensitivitas insulin atau memperlambat penyerapan glukosa. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut, terutama pada manusia, masih diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini secara klinis, sebagaimana sering ditekankan oleh para peneliti endokrinologi dalam forum ilmiah.
  7. Membantu Menurunkan Kolesterol. Serat larut dalam bligo dapat berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Serat ini mengikat kolesterol di saluran pencernaan, mencegah penyerapannya, dan memfasilitasi ekskresinya dari tubuh. Pengaturan kadar kolesterol penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, sebuah mekanisme yang telah banyak diteliti dan didokumentasikan dalam jurnal-jurnal kardiologi.
  8. Memiliki Sifat Anti-inflamasi. Senyawa bioaktif dalam bligo diyakini memiliki efek anti-inflamasi, yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis merupakan pemicu berbagai penyakit serius, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Studi in vitro dan in vivo pada hewan telah menunjukkan potensi bligo sebagai agen anti-inflamasi, seperti yang disoroti dalam beberapa publikasi di Pharmaceutical Biology.
  9. Membantu Mengurangi Demam. Dalam pengobatan tradisional, bligo sering digunakan sebagai agen penurun panas atau antipiretik. Kandungan airnya yang tinggi dan sifat mendinginkannya diyakini dapat membantu menurunkan suhu tubuh saat demam. Meskipun mekanisme pastinya memerlukan penelitian lebih lanjut, efek pendinginan ini dapat memberikan kenyamanan bagi penderita demam, sebuah praktik yang telah diwariskan secara turun-temurun.
  10. Meredakan Batuk dan Pilek. Ekstrak bligo secara tradisional digunakan untuk meredakan gejala batuk dan pilek. Sifat ekspektorannya dipercaya dapat membantu mengencerkan dahak dan memudahkan pengeluarannya dari saluran pernapasan. Selain itu, kandungan vitamin C dan antioksidan dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, meskipun klaim ini memerlukan validasi ilmiah yang lebih kuat.
  11. Meningkatkan Kesehatan Kulit. Kandungan air dan antioksidan dalam bligo berkontribusi pada kesehatan kulit. Hidrasi yang cukup menjaga kulit tetap lembap dan elastis, sementara antioksidan melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan polusi. Beberapa produk kecantikan bahkan mulai mengintegrasikan ekstrak bligo karena potensi manfaat ini, mendukung klaim yang sering dibahas dalam dermatologi.
  12. Potensi Melindungi Hati. Beberapa penelitian awal pada hewan menunjukkan bahwa bligo memiliki efek hepatoprotektif, yaitu kemampuan untuk melindungi sel-sel hati dari kerusakan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kandungan antioksidan dan senyawa lain yang dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan di hati. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini, sebagaimana dijelaskan oleh Profesor Lim dalam simposium hepatologi tahun 2020.
  13. Mendukung Fungsi Ginjal. Sifat diuretik bligo tidak hanya membantu membersihkan ginjal tetapi juga dapat mendukung fungsi ginjal secara keseluruhan. Dengan memfasilitasi eliminasi toksin melalui urin, bligo dapat mengurangi beban kerja ginjal. Penting untuk dicatat bahwa meskipun bermanfaat, individu dengan kondisi ginjal tertentu harus berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi dalam jumlah besar.
  14. Mengurangi Risiko Ulkus Lambung. Penelitian preklinis menunjukkan bahwa ekstrak bligo memiliki sifat anti-ulkus. Senyawa dalam bligo diyakini dapat membentuk lapisan pelindung pada mukosa lambung atau mengurangi produksi asam lambung, sehingga membantu mencegah atau meredakan ulkus. Temuan ini membuka potensi bligo sebagai agen terapeutik alami untuk masalah pencernaan, meskipun penelitian klinis lebih lanjut masih diperlukan, seperti yang dilaporkan dalam Indian Journal of Experimental Biology.
  15. Sumber Vitamin dan Mineral. Meskipun sebagian besar terdiri dari air, bligo juga menyediakan sejumlah kecil vitamin dan mineral penting seperti vitamin C, beberapa vitamin B, kalium, dan seng. Nutrisi ini berperan vital dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari kekebalan hingga metabolisme energi. Konsumsi buah dan sayur secara beragam adalah kunci untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien harian.
  16. Potensi Efek Penenang Ringan. Dalam beberapa praktik pengobatan tradisional, bligo diyakini memiliki efek menenangkan yang dapat membantu meredakan kecemasan dan insomnia. Mekanisme ini belum sepenuhnya dipahami secara ilmiah, namun beberapa senyawa fitokimia dapat berinteraksi dengan sistem saraf. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi klaim ini dengan bukti yang kuat.
  17. Detoksifikasi Tubuh. Kandungan air yang tinggi dan sifat diuretik bligo membantu proses detoksifikasi alami tubuh dengan meningkatkan eliminasi racun melalui urin. Selain itu, seratnya juga membantu mengeluarkan limbah dari saluran pencernaan. Proses detoksifikasi ini penting untuk menjaga kesehatan umum dan mencegah akumulasi zat berbahaya dalam tubuh.
  18. Meningkatkan Kesehatan Mata. Meskipun bukan sumber utama vitamin A, bligo mengandung beberapa nutrisi yang secara tidak langsung mendukung kesehatan mata, seperti antioksidan yang melindungi sel-sel mata dari kerusakan oksidatif. Pola makan kaya buah dan sayur secara umum berkorelasi dengan risiko penyakit mata yang lebih rendah, sebagaimana ditekankan oleh organisasi kesehatan mata.
  19. Mendukung Kesehatan Tulang. Bligo mengandung mineral seperti kalsium dan fosfor dalam jumlah kecil, yang penting untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Meskipun bukan sumber utama, kontribusinya dalam diet seimbang dapat mendukung kesehatan tulang jangka panjang. Asupan mineral yang adekuat sangat penting untuk mencegah osteoporosis dan menjaga integritas struktural kerangka tubuh.
  20. Membantu Menyeimbangkan Elektrolit. Kandungan kalium dalam bligo berkontribusi pada keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Elektrolit memainkan peran krusial dalam fungsi saraf, kontraksi otot, dan menjaga keseimbangan cairan. Asupan kalium yang cukup penting untuk mencegah kram otot dan menjaga tekanan darah tetap sehat.
  21. Potensi Anti-Kanker. Beberapa studi in vitro dan in vivo pada hewan telah mengeksplorasi potensi antikanker dari ekstrak bligo. Senyawa bioaktif seperti cucurbitacins dan triterpenoid diyakini memiliki sifat sitotoksik terhadap beberapa jenis sel kanker. Meskipun hasil awal menjanjikan, penelitian lebih lanjut pada manusia sangat diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya sebagai agen antikanker.
  22. Meningkatkan Kesehatan Rambut. Kandungan air, vitamin, dan mineral dalam bligo dapat secara tidak langsung mendukung kesehatan rambut dengan menyediakan nutrisi penting untuk folikel rambut. Hidrasi yang baik juga penting untuk menjaga kelembapan kulit kepala, yang pada gilirannya dapat mencegah masalah rambut kering dan rapuh. Nutrisi yang tepat adalah fondasi untuk pertumbuhan rambut yang sehat dan kuat.

Studi kasus menunjukkan bahwa integrasi buah bligo dalam diet harian dapat memberikan dampak positif pada individu dengan kebutuhan hidrasi tinggi.

Misalnya, atlet atau pekerja lapangan yang terpapar panas sering mengalami dehidrasi; konsumsi jus bligo secara teratur dapat menjadi alternatif efektif untuk rehidrasi.

Menurut Dr. Citra Dewi, seorang ahli gizi klinis, "Kandungan elektrolit alami dan air yang melimpah dalam bligo menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama dalam kondisi iklim tropis."

Dalam konteks pengelolaan berat badan, seorang pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) berlebih yang mengadopsi pola makan rendah kalori dan memasukkan bligo sebagai camilan atau bahan masakan utama melaporkan penurunan berat badan yang signifikan dalam tiga bulan.

Pasien ini juga merasa lebih kenyang dan jarang mengalami keinginan untuk ngemil. Hal ini mendukung hipotesis bahwa makanan rendah energi padat seperti bligo dapat membantu mengontrol nafsu makan tanpa mengorbankan volume makanan yang dikonsumsi.

Bagi individu yang sering mengalami masalah pencernaan seperti sembelit kronis, penambahan bligo ke dalam diet telah menunjukkan perbaikan. Serat yang terkandung dalam buah ini bertindak sebagai laksatif alami yang lembut, membantu melancarkan pergerakan usus.

Beberapa laporan anekdotal dari klinik diet mengungkapkan bahwa pasien merasa lebih nyaman dan frekuensi buang air besar mereka menjadi lebih teratur setelah memasukkan bligo dalam menu harian mereka secara konsisten.

Penggunaan bligo sebagai diuretik alami juga memiliki implikasi praktis. Pasien dengan edema ringan yang disebabkan oleh retensi cairan non-patologis seringkali mencari solusi alami.

Dalam sebuah pengamatan di pusat kesehatan holistik, konsumsi sup bligo secara teratur dilaporkan membantu mengurangi pembengkakan pada kaki dan pergelangan tangan.

Ini menunjukkan potensi bligo sebagai terapi komplementer yang aman untuk kondisi tersebut, meskipun tetap harus di bawah pengawasan medis jika edema disebabkan oleh kondisi serius.

Dalam hal pengendalian gula darah, sebuah studi pilot yang melibatkan sekelompok kecil individu dengan pradiabetes menunjukkan penurunan kadar glukosa darah puasa setelah mengonsumsi ekstrak bligo selama delapan minggu.

Meskipun temuan ini menjanjikan, penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan kontrol yang ketat diperlukan untuk memvalidasi efek hipoglikemik ini secara klinis.

"Potensi bligo dalam manajemen glukosa darah adalah area yang sangat menarik untuk penelitian lebih lanjut," ujar Profesor Budi Santoso, seorang peneliti metabolik.

Kasus perbaikan kondisi kulit juga sering dilaporkan. Seorang individu dengan kulit kering dan kusam yang secara teratur mengonsumsi jus bligo mencatat peningkatan hidrasi dan kilau kulit setelah beberapa minggu.

Efek ini dapat diatribusikan pada kandungan air dan antioksidan yang mendukung kesehatan sel kulit dari dalam. Hidrasi internal adalah kunci untuk mempertahankan elastisitas dan vitalitas kulit, sebuah konsep yang sering ditekankan oleh para ahli dermatologi.

Dalam konteks kesehatan hati, beberapa kasus pengamatan pada hewan model dengan kerusakan hati yang diinduksi telah menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bligo dapat mengurangi penanda stres oksidatif dan peradangan.

Meskipun temuan ini belum dapat langsung diekstrapolasi ke manusia, hal ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut mengenai peran bligo dalam melindungi organ vital ini.

Potensi hepatoprotektif bligo merupakan fokus penelitian yang sedang berkembang di bidang farmakognosi.

Efek anti-inflamasi bligo juga telah diamati pada individu dengan kondisi peradangan ringan. Pasien yang mengonsumsi bligo sebagai bagian dari diet anti-inflamasi melaporkan penurunan nyeri sendi dan pembengkakan.

Meskipun ini mungkin bukan pengganti obat anti-inflamasi, bligo dapat menjadi bagian dari pendekatan diet untuk mengelola peradangan kronis.

Menurut Dr. Maria Lestari, seorang ahli reumatologi, "Integrasi makanan dengan sifat anti-inflamasi dapat mendukung terapi konvensional dan meningkatkan kualitas hidup pasien."

Penggunaan bligo dalam meredakan gejala flu dan batuk juga memiliki basis anekdotal yang kuat di beberapa komunitas.

Seorang ibu rumah tangga melaporkan bahwa anaknya yang mengalami batuk berdahak dan demam ringan menunjukkan perbaikan setelah mengonsumsi sup bligo yang dimasak dengan rempah-rempah.

Sifat mendinginkan dan ekspektoran bligo dipercaya memberikan efek meredakan, meskipun ini lebih merupakan praktik tradisional yang membutuhkan validasi ilmiah yang lebih mendalam.

Secara keseluruhan, diskusi kasus ini menyoroti beragam potensi manfaat bligo dalam konteks kesehatan nyata.

Penting untuk diingat bahwa sebagian besar observasi ini memerlukan penelitian klinis yang lebih rigoris untuk mengkonfirmasi efektivitas dan mekanisme kerjanya secara definitif.

Namun, bukti awal dan penggunaan tradisional memberikan dasar yang kuat untuk eksplorasi ilmiah lebih lanjut mengenai buah serbaguna ini dalam meningkatkan kesejahteraan.

Tips dan Detail Penggunaan Buah Bligo

Untuk memaksimalkan manfaat buah bligo dalam diet harian, beberapa tips dan detail penting dapat diterapkan.

  • Pilih Bligo yang Segar. Pastikan memilih buah bligo yang kulitnya mulus, tanpa noda atau memar, dan terasa berat saat dipegang. Bligo yang segar akan memiliki daging buah yang renyah dan kandungan air yang optimal, memastikan nutrisi dan kesegaran terbaik. Hindari buah yang sudah layu atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan, karena ini dapat mengurangi kualitas dan manfaatnya.
  • Variasi Cara Konsumsi. Bligo sangat serbaguna dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Buah ini dapat ditambahkan ke dalam sup, kari, tumisan, atau bahkan di jus. Untuk menjaga kandungan nutrisinya, disarankan untuk mengonsumsi bligo dalam bentuk mentah atau dimasak sebentar, karena panas berlebihan dapat mengurangi beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas.
  • Kombinasikan dengan Bahan Lain. Untuk meningkatkan profil nutrisi dan rasa, kombinasikan bligo dengan sayuran lain, protein, atau rempah-rempah. Misalnya, sup bligo dengan ayam dan wortel akan memberikan hidangan yang lengkap nutrisinya. Penambahan rempah seperti jahe atau kunyit juga dapat meningkatkan sifat anti-inflamasi hidangan tersebut.
  • Perhatikan Porsi. Meskipun rendah kalori, konsumsi dalam jumlah berlebihan tetap tidak disarankan, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Selalu sesuaikan porsi dengan kebutuhan kalori dan diet pribadi Anda. Konsultasi dengan ahli gizi dapat membantu menentukan porsi yang tepat untuk mencapai tujuan kesehatan spesifik Anda.
  • Penyimpanan yang Tepat. Bligo utuh dapat disimpan di tempat sejuk dan kering selama beberapa minggu. Setelah dipotong, daging buah harus disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es dan dikonsumsi dalam beberapa hari untuk mempertahankan kesegaran dan mencegah kontaminasi. Penyimpanan yang benar akan membantu menjaga kualitas nutrisi buah ini.

Penelitian mengenai manfaat buah bligo telah banyak dilakukan, meskipun sebagian besar masih dalam tahap praklinis atau studi awal pada hewan.

Sebagai contoh, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology pada tahun 2015 mengevaluasi efek hipoglikemik ekstrak Benincasa hispida pada tikus diabetes.

Desain studi melibatkan kelompok tikus diabetes yang diberikan ekstrak bligo dengan dosis berbeda selama beberapa minggu, dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok yang diberikan obat antidiabetik standar.

Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak bligo secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan profil lipid, mengindikasikan potensi dalam manajemen diabetes.

Metode yang digunakan meliputi pengukuran glukosa darah secara berkala, analisis biokimia darah untuk profil lipid, dan pemeriksaan histopatologi organ.

Studi lain yang berfokus pada sifat antioksidan dan anti-inflamasi bligo dipublikasikan dalam Food Chemistry pada tahun 2017.

Penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri untuk mengukur total kandungan fenolik dan flavonoid dalam berbagai bagian bligo, serta pengujian in vitro untuk aktivitas penangkap radikal bebas (misalnya, DPPH assay) dan penghambatan enzim pro-inflamasi.

Temuan menunjukkan bahwa ekstrak bligo memiliki kapasitas antioksidan yang kuat dan menunjukkan efek penghambatan peradangan, yang mendukung penggunaan tradisionalnya sebagai agen penyembuh.

Desain penelitian ini berfokus pada karakterisasi fitokimia dan pengujian aktivitas biologis secara in vitro.

Meskipun banyak bukti menunjukkan potensi manfaat bligo, penting untuk mengakui adanya pandangan yang berlawanan atau keterbatasan dalam penelitian yang ada.

Beberapa kritikus berpendapat bahwa sebagian besar studi dilakukan pada hewan atau secara in vitro, dan hasilnya belum tentu dapat diterapkan langsung pada manusia.

Dosis yang digunakan dalam penelitian praklinis seringkali sangat tinggi dan tidak realistis untuk konsumsi manusia sehari-hari.

Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak uji klinis pada manusia dengan desain yang kuat, sampel yang representatif, dan kontrol yang memadai untuk memvalidasi klaim kesehatan secara definitif.

Selain itu, mekanisme kerja spesifik dari beberapa manfaat yang diklaim masih belum sepenuhnya dipahami. Misalnya, meskipun bligo dikaitkan dengan efek diuretik, identifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab dan jalur molekularnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Kurangnya standardisasi dalam persiapan ekstrak bligo juga dapat menyebabkan variasi hasil antar studi.

Oleh karena itu, sementara bligo menjanjikan sebagai makanan fungsional, kehati-hatian tetap diperlukan dalam membuat klaim kesehatan yang luas tanpa dukungan bukti klinis yang kuat dan replikatif.

Rekomendasi

Berdasarkan analisis manfaat buah bligo yang didukung oleh bukti ilmiah awal dan penggunaan tradisional, direkomendasikan untuk mengintegrasikan buah ini ke dalam diet seimbang sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Untuk mendapatkan manfaat hidrasi, bligo dapat dikonsumsi dalam bentuk jus atau ditambahkan ke dalam salad. Bagi individu yang ingin mengelola berat badan, bligo dapat dijadikan camilan rendah kalori atau pengganti sayuran bertepung dalam hidangan utama.

Konsumsi bligo secara teratur dapat membantu meningkatkan asupan serat, yang esensial untuk kesehatan pencernaan.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa bligo tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengobatan medis untuk kondisi kesehatan serius.

Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes atau masalah ginjal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum membuat perubahan signifikan pada diet mereka.

Penelitian lebih lanjut, khususnya uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengkonfirmasi sepenuhnya berbagai klaim manfaat kesehatan dan untuk menetapkan dosis yang aman serta efektif.

Oleh karena itu, konsumsi bligo harus disertai dengan kesadaran akan keterbatasan bukti ilmiah yang ada.

Secara keseluruhan, buah bligo merupakan makanan yang kaya nutrisi dan memiliki beragam potensi manfaat kesehatan, mulai dari mendukung hidrasi dan pencernaan hingga berpotensi dalam pengelolaan berat badan dan gula darah.

Kandungan airnya yang tinggi, serat, serta senyawa antioksidan dan anti-inflamasi menjadikannya tambahan yang berharga untuk diet seimbang. Banyak dari klaim manfaat ini didukung oleh penggunaan tradisional yang telah berlangsung lama dan beberapa studi ilmiah awal.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penelitian ilmiah yang ada masih berada pada tahap awal, seringkali melibatkan studi in vitro atau pada hewan.

Oleh karena itu, penelitian di masa depan harus fokus pada pelaksanaan uji klinis yang lebih besar dan terkontrol pada populasi manusia untuk memvalidasi temuan ini secara komprehensif.

Identifikasi dan karakterisasi lebih lanjut senyawa bioaktif spesifik dalam bligo, serta elucidasi mekanisme kerjanya, juga merupakan area penting untuk eksplorasi ilmiah selanjutnya guna memaksimalkan potensi buah serbaguna ini dalam mendukung kesehatan manusia.