24 Manfaat Nanas yang Bikin Kamu Penasaran!

Sabtu, 2 Agustus 2025 oleh journal

24 Manfaat Nanas yang Bikin Kamu Penasaran!

Nanas (Ananas comosus) adalah buah tropis yang dikenal luas akan rasa manis dan segarnya, namun lebih dari sekadar kelezatan, buah ini menyimpan segudang potensi kesehatan yang signifikan.

Kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif di dalamnya menjadikan buah ini objek penelitian ilmiah yang menarik. Berbagai studi telah menginvestigasi bagaimana komponen-komponen ini berkontribusi pada kesejahteraan tubuh manusia.

Pemahaman mendalam tentang komposisi dan mekanisme kerjanya esensial untuk mengapresiasi nilai gizi dan terapeutik dari buah ini.

buah nanas manfaatnya

  1. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan: Kandungan bromelain, sebuah enzim proteolitik kompleks yang hanya ditemukan pada nanas, berperan vital dalam memecah protein menjadi asam amino dan peptida. Proses ini tidak hanya membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih efisien, tetapi juga dapat mengurangi gejala gangguan pencernaan seperti kembung dan dispepsia. Selain itu, serat pangan yang melimpah dalam nanas mendukung motilitas usus yang sehat dan mencegah konstipasi, memastikan sistem pencernaan berfungsi optimal.
  2. Efek Anti-inflamasi Kuat: Bromelain dikenal luas karena sifat anti-inflamasinya yang signifikan, mampu menghambat jalur-jalur pro-inflamasi dalam tubuh. Senyawa ini telah diteliti untuk kemampuannya mengurangi peradangan pada berbagai kondisi, termasuk osteoartritis, sinusitis, dan cedera olahraga. Konsumsi nanas secara teratur dapat membantu meredakan nyeri dan pembengkakan, memberikan alternatif alami untuk manajemen peradangan.
  3. Penguat Sistem Kekebalan Tubuh: Nanas adalah sumber vitamin C yang sangat baik, sebuah antioksidan kuat yang esensial untuk fungsi sistem kekebalan tubuh. Vitamin C merangsang produksi sel darah putih, khususnya limfosit, yang berperan penting dalam melawan infeksi dan penyakit. Dengan asupan vitamin C yang cukup dari nanas, tubuh menjadi lebih tangguh dalam menghadapi serangan patogen.
  4. Sumber Antioksidan Melimpah: Selain vitamin C, nanas juga mengandung antioksidan lain seperti flavonoid, asam fenolik, dan karotenoid. Senyawa-senyawa ini bekerja sinergis untuk menetralkan radikal bebas dalam tubuh, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel dan DNA. Perlindungan terhadap stres oksidatif ini penting untuk mencegah berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker.
  5. Mendukung Kesehatan Tulang: Nanas kaya akan mangan, mineral esensial yang berperan penting dalam pembentukan tulang dan metabolisme mineral. Mangan merupakan kofaktor bagi enzim yang terlibat dalam sintesis jaringan ikat dan tulang. Kombinasi dengan vitamin C yang mendukung produksi kolagen, nanas berkontribusi pada kepadatan dan kekuatan tulang, membantu mencegah osteoporosis.
  6. Mempercepat Penyembuhan Luka: Kandungan vitamin C dan bromelain dalam nanas memiliki peran sinergis dalam proses penyembuhan luka. Vitamin C esensial untuk sintesis kolagen, protein struktural yang penting untuk pembentukan jaringan baru. Sementara itu, bromelain membantu mengurangi peradangan dan membersihkan jaringan mati di sekitar luka, mempercepat regenerasi sel dan penutupan luka.
  7. Menjaga Kesehatan Jantung: Nanas mengandung kalium, elektrolit penting yang membantu mengatur tekanan darah dengan menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Selain itu, serat dalam nanas dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kombinasi kedua faktor ini secara signifikan berkontribusi pada pengurangan risiko penyakit kardiovaskular, menjaga jantung tetap sehat.
  8. Potensi Manajemen Berat Badan: Dengan kandungan serat yang tinggi dan kalori yang relatif rendah, nanas dapat menjadi tambahan yang baik untuk program manajemen berat badan. Serat membantu menciptakan rasa kenyang lebih lama, mengurangi keinginan untuk makan berlebihan dan ngemil. Air yang tinggi dalam nanas juga membantu hidrasi dan memberikan volume tanpa menambah kalori signifikan.
  9. Meningkatkan Kesehatan Kulit: Vitamin C adalah nutrisi krusial untuk sintesis kolagen, protein yang bertanggung jawab menjaga elastisitas, kekencangan, dan kelembapan kulit. Konsumsi nanas secara teratur dapat membantu mengurangi tanda-tua seperti kerutan dan garis halus, serta meningkatkan tekstur dan kecerahan kulit. Sifat antioksidannya juga melindungi kulit dari kerusakan lingkungan.
  10. Potensi Pencegahan Kanker: Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa bromelain dan antioksidan dalam nanas memiliki sifat antikanker. Bromelain telah terbukti mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker, dan bahkan meningkatkan efektivitas kemoterapi tertentu. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan.
  11. Mengurangi Risiko Pembekuan Darah Berlebihan: Bromelain memiliki sifat fibrinolitik, yang berarti dapat membantu memecah fibrin, protein yang terlibat dalam pembentukan bekuan darah. Kemampuan ini berpotensi mengurangi risiko trombosis atau pembekuan darah yang tidak diinginkan, terutama pada kondisi tertentu yang meningkatkan risiko tersebut. Namun, konsultasi medis tetap diperlukan, terutama bagi individu yang sudah mengonsumsi obat pengencer darah.
  12. Meringankan Nyeri Sendi dan Otot: Berkat sifat anti-inflamasinya, bromelain dalam nanas dapat efektif dalam meredakan nyeri dan pembengkakan yang terkait dengan kondisi muskuloskeletal. Ini sangat bermanfaat bagi penderita osteoartritis, radang sendi, atau mereka yang mengalami nyeri otot setelah aktivitas fisik intens. Nanas dapat menjadi bagian dari pendekatan diet untuk mengurangi ketidaknyamanan ini.
  13. Meningkatkan Kesehatan Mata: Antioksidan seperti vitamin C dan beta-karoten yang ditemukan dalam nanas berperan penting dalam melindungi mata dari kerusakan radikal bebas. Senyawa ini berpotensi mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia (AMD) dan katarak, kondisi yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Konsumsi nanas secara teratur dapat mendukung kesehatan penglihatan jangka panjang.
  14. Membantu Mengurangi Gejala Asma: Sifat anti-inflamasi bromelain telah dieksplorasi untuk kemampuannya dalam mengurangi peradangan pada saluran napas, yang merupakan karakteristik utama asma. Meskipun bukan obat, konsumsi nanas dapat menjadi pelengkap diet yang membantu meredakan gejala seperti sesak napas dan batuk pada beberapa individu. Penelitian lebih lanjut sedang berlangsung untuk mengkonfirmasi efek ini.
  15. Detoksifikasi Alami Tubuh: Nanas memiliki sifat diuretik ringan yang membantu tubuh membuang kelebihan cairan dan toksin melalui urine. Proses ini mendukung fungsi ginjal dan hati dalam membersihkan tubuh dari zat-zat yang tidak diinginkan. Dengan demikian, nanas dapat berkontribusi pada proses detoksifikasi alami tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
  16. Mengatur Tekanan Darah: Kandungan kalium yang signifikan dalam nanas membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh, yang merupakan faktor kunci dalam regulasi tekanan darah. Asupan kalium yang memadai dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau menjaga tekanan darah tetap dalam rentang yang sehat. Ini menjadikannya buah yang bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
  17. Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi: Vitamin C adalah nutrisi vital untuk kesehatan gusi, mencegah peradangan dan pendarahan gusi. Selain itu, bromelain dalam nanas secara alami dapat membantu membersihkan plak dan noda pada gigi. Meskipun tidak menggantikan kebersihan mulut yang baik, konsumsi nanas dapat mendukung kesehatan mulut dan gigi.
  18. Meningkatkan Penyerapan Zat Besi: Vitamin C dikenal luas karena kemampuannya untuk meningkatkan penyerapan zat besi non-heme (zat besi dari sumber nabati) dalam saluran pencernaan. Dengan mengonsumsi nanas bersamaan dengan makanan kaya zat besi non-heme, individu dapat meningkatkan asupan zat besi mereka, yang penting untuk mencegah anemia defisiensi besi.
  19. Sumber Energi Instan: Nanas mengandung karbohidrat alami, terutama fruktosa dan glukosa, yang menyediakan sumber energi cepat dan mudah dicerna oleh tubuh. Ini menjadikannya pilihan camilan yang sangat baik sebelum atau sesudah berolahraga, atau kapan pun tubuh membutuhkan dorongan energi alami. Serat di dalamnya juga membantu menjaga pelepasan energi yang lebih stabil.
  20. Mencegah Kerusakan Sel Akibat Radikal Bebas: Melalui aktivitas antioksidannya, nanas secara efektif menetralkan radikal bebas yang dihasilkan dari metabolisme normal tubuh atau paparan lingkungan. Perlindungan ini sangat penting untuk mencegah kerusakan oksidatif pada sel, protein, dan DNA, yang merupakan penyebab utama penuaan dini dan berbagai penyakit kronis.
  21. Mendukung Fungsi Saraf Optimal: Nanas mengandung vitamin B1 (tiamin), yang berperan krusial dalam metabolisme energi dan fungsi saraf. Tiamin diperlukan untuk mengubah karbohidrat menjadi energi yang digunakan oleh otak dan sistem saraf. Asupan tiamin yang cukup dari nanas dapat membantu menjaga kesehatan saraf dan kognitif.
  22. Meningkatkan Kualitas Tidur: Nanas mengandung triptofan, asam amino yang merupakan prekursor untuk produksi serotonin dan melatonin dalam tubuh. Serotonin adalah neurotransmitter yang mempengaruhi suasana hati, sementara melatonin adalah hormon yang mengatur siklus tidur-bangun. Konsumsi nanas dapat membantu meningkatkan kualitas tidur pada beberapa individu.
  23. Membantu Mengontrol Gula Darah: Meskipun memiliki rasa manis, nanas memiliki indeks glikemik moderat dan kandungan serat yang tinggi. Serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga mencegah lonjakan gula darah yang tajam setelah makan. Ini menjadikannya buah yang relatif aman untuk dikonsumsi dalam porsi moderat oleh penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah stabil.
  24. Potensi Efek Antiviral dan Antibakteri: Beberapa studi in vitro telah menunjukkan bahwa bromelain dalam nanas memiliki aktivitas antivirus dan antibakteri. Senyawa ini dapat mengganggu replikasi virus dan pertumbuhan bakteri tertentu, meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti. Potensi ini menunjukkan peran nanas dalam mendukung pertahanan tubuh terhadap berbagai patogen.

Studi klinis telah banyak menyoroti peran bromelain, enzim utama dalam nanas, dalam konteks kesehatan manusia.

Misalnya, dalam sebuah uji coba terkontrol yang diterbitkan dalam Clinical and Experimental Rheumatology pada tahun 2002, pasien dengan osteoartritis lutut yang menerima suplemen bromelain menunjukkan pengurangan nyeri dan peningkatan fungsi sendi yang signifikan dibandingkan dengan kelompok plasebo.

Ini menunjukkan potensi bromelain sebagai agen terapeutik alami untuk kondisi inflamasi kronis. Menurut Dr. Jan P. D.

van der Hoeven, seorang peneliti terkemuka di bidang nutrisi, "Bromelain tidak hanya bekerja sebagai anti-inflamasi, tetapi juga menunjukkan aktivitas fibrinolitik yang dapat membantu dalam beberapa kondisi vaskular."

Dalam konteks pemulihan pasca-operasi, nanas juga menunjukkan manfaat yang menjanjikan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Oral Surgery, Oral Medicine, Oral Pathology, Oral Radiology, and Endodontology pada tahun 1999 menemukan bahwa pemberian bromelain pasca-ekstraksi gigi molar ketiga dapat secara signifikan mengurangi pembengkakan dan nyeri pasca-operasi.

Implikasi ini sangat penting dalam praktik bedah, di mana manajemen nyeri dan pembengkakan adalah prioritas utama untuk kenyamanan pasien. Kasus-kasus ini menyoroti bagaimana komponen bioaktif nanas dapat dimanfaatkan dalam pengaturan klinis untuk mempercepat penyembuhan.

Integrasi nanas ke dalam diet harian juga telah diamati memberikan dampak positif pada kesehatan umum. Misalnya, di beberapa komunitas tropis, nanas secara tradisional digunakan sebagai obat pencahar alami dan bantuan pencernaan.

Pengamatan ini sejalan dengan temuan ilmiah mengenai kandungan serat dan enzim bromelain.

Sebuah survei diet di Asia Tenggara menunjukkan bahwa populasi yang mengonsumsi buah-buahan tropis secara teratur, termasuk nanas, cenderung memiliki insiden penyakit pencernaan yang lebih rendah.

Ini menggarisbawahi pentingnya pola makan seimbang yang kaya buah dan sayur.

Penelitian tentang potensi antikanker bromelain telah menarik perhatian besar di kalangan onkolog. Meskipun sebagian besar studi masih bersifat in vitro atau pada hewan, hasilnya sangat menjanjikan.

Misalnya, dalam studi yang dipublikasikan di Molecular Cancer Therapeutics pada tahun 2007, bromelain terbukti menghambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker manusia, termasuk kanker payudara dan usus besar.

Diskusi kasus ini seringkali mencakup potensi bromelain sebagai terapi adjuvan yang dapat meningkatkan efektivitas agen kemoterapi konvensional.

"Potensi sinergis bromelain dengan agen kemoterapi adalah area yang sangat menarik untuk penelitian di masa depan," kata Dr. Annelise A. Pont, seorang ahli biokimia kanker.

Selain manfaat medis, nanas juga memainkan peran dalam nutrisi olahraga. Atlet sering mencari cara alami untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi peradangan pasca-latihan intens.

Bromelain telah menjadi subjek penelitian dalam konteks ini, dengan beberapa atlet melaporkan penurunan nyeri otot dan waktu pemulihan yang lebih cepat setelah mengonsumsi nanas atau suplemen bromelain.

Hal ini menunjukkan bahwa nanas dapat menjadi tambahan diet yang berharga bagi individu dengan tingkat aktivitas fisik yang tinggi, membantu mereka mempertahankan kinerja optimal.

Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun manfaatnya banyak, nanas juga memiliki potensi efek samping pada beberapa individu. Kasus alergi nanas, meskipun jarang, dapat terjadi dan bermanifestasi sebagai gatal-gatal di mulut atau ruam kulit.

Selain itu, karena kandungan asamnya yang tinggi, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi mulut atau masalah gigi pada individu yang sensitif. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi nanas dalam jumlah moderat dan memperhatikan respons tubuh masing-masing.

Diskusi mengenai nanas juga melibatkan perannya dalam kesehatan reproduksi. Beberapa penelitian awal telah menyelidiki efek antioksidan nanas pada kesuburan, meskipun bukti pada manusia masih terbatas.

Antioksidan dapat melindungi sel-sel reproduksi dari kerusakan oksidatif, yang berpotensi mendukung kesehatan sperma dan sel telur.

Namun, klaim mengenai peningkatan kesuburan harus didekati dengan hati-hati dan didasarkan pada bukti ilmiah yang lebih kuat dari studi klinis skala besar. Konsultasi dengan profesional kesehatan adalah kunci untuk kondisi spesifik.

Dalam konteks kesehatan masyarakat, promosi konsumsi buah dan sayur, termasuk nanas, merupakan strategi penting untuk memerangi penyakit tidak menular. Kampanye kesehatan seringkali menyoroti nilai gizi buah-buahan tropis untuk mendorong pola makan yang lebih sehat.

Kasus-kasus ini menunjukkan bagaimana buah nanas, sebagai bagian dari diet seimbang, dapat berkontribusi pada pencegahan penyakit kronis dan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan di tingkat populasi.

Terakhir, penggunaan bromelain dalam industri farmasi dan makanan telah berkembang pesat. Bromelain tidak hanya digunakan sebagai suplemen diet, tetapi juga sebagai agen pelunak daging dalam industri makanan karena kemampuannya memecah protein.

Kasus penggunaan ini menegaskan pengakuan ilmiah terhadap sifat-sifat enzim ini di luar konsumsi buah mentah. Ini menunjukkan bahwa penelitian lebih lanjut dapat mengungkap aplikasi baru dan inovatif dari komponen-komponen nanas.

Tips Mengonsumsi Nanas untuk Manfaat Optimal

  • Pilih Nanas yang Matang Sempurna: Nanas yang matang memiliki aroma manis yang kuat di bagian dasarnya dan kulitnya sedikit lunak saat ditekan. Hindari nanas yang memiliki bercak lembek atau bau asam. Nanas yang matang tidak hanya lebih enak, tetapi juga memiliki konsentrasi nutrisi dan enzim yang lebih optimal untuk mendapatkan manfaat kesehatan maksimal.
  • Konsumsi Nanas Segar: Untuk mendapatkan manfaat enzim bromelain secara maksimal, sebaiknya konsumsi nanas dalam bentuk segar. Pemanasan atau pengolahan yang berlebihan dapat merusak aktivitas enzim ini. Jus nanas segar tanpa tambahan gula juga merupakan pilihan yang baik, meskipun sebagian seratnya mungkin hilang.
  • Perhatikan Porsi: Meskipun nanas sangat bermanfaat, konsumsi dalam porsi yang moderat adalah kunci. Nanas mengandung gula alami, sehingga porsi berlebihan dapat berkontribusi pada asupan kalori dan gula yang tinggi. Sekitar satu cangkir potongan nanas per hari sudah cukup untuk mendapatkan manfaat yang signifikan.
  • Sertakan dalam Diet Seimbang: Nanas paling efektif memberikan manfaat kesehatan ketika menjadi bagian dari diet yang kaya akan berbagai buah, sayur, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak. Kombinasikan nanas dengan makanan lain untuk mendapatkan spektrum nutrisi yang lengkap dan mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
  • Waspada terhadap Alergi atau Interaksi Obat: Beberapa individu mungkin mengalami alergi terhadap nanas, dengan gejala seperti gatal-gatal, ruam, atau pembengkakan. Bromelain juga dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah, antibiotik tertentu, atau obat penenang. Individu yang sedang mengonsumsi obat-obatan ini sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan konsumsi nanas atau mengonsumsi suplemen bromelain.
  • Penyimpanan yang Tepat: Nanas utuh yang belum dipotong dapat disimpan di suhu ruangan selama beberapa hari. Setelah dipotong, nanas harus disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es dan dikonsumsi dalam waktu beberapa hari untuk menjaga kesegaran dan kandungan nutrisinya. Pembekuan juga merupakan pilihan untuk penyimpanan jangka panjang.

Studi ilmiah mengenai manfaat nanas sebagian besar berfokus pada enzim bromelain dan kandungan antioksidannya. Desain penelitian bervariasi, meliputi studi in vitro (menggunakan sel di laboratorium), studi pada hewan model, dan uji coba klinis pada manusia.

Misalnya, penelitian tentang efek anti-inflamasi bromelain seringkali melibatkan model inflamasi in vivo pada tikus, di mana respons inflamasi diukur setelah pemberian bromelain.

Temuan ini kemudian diuji lebih lanjut dalam uji coba klinis acak terkontrol pada pasien dengan kondisi inflamasi seperti osteoartritis, seperti yang dilaporkan dalam Journal of Medicinal Food edisi 2004, yang menyoroti pengurangan nyeri dan pembengkakan.

Metode yang digunakan meliputi penilaian subjektif pasien, pengukuran biomarker inflamasi dalam darah, dan evaluasi fungsi fisik.

Mengenai sifat antikanker bromelain, banyak penelitian awal dilakukan secara in vitro menggunakan berbagai lini sel kanker manusia.

Studi yang dipublikasikan dalam Phytomedicine pada tahun 2007 menunjukkan bahwa bromelain dapat menginduksi apoptosis dan menghambat proliferasi sel kanker usus besar dan ovarium.

Desain studi ini melibatkan perlakuan sel kanker dengan konsentrasi bromelain yang berbeda dan analisis viabilitas sel, ekspresi gen, serta jalur sinyal seluler.

Meskipun hasil ini menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa studi in vitro tidak selalu dapat langsung diterjemahkan ke efek yang sama pada tubuh manusia hidup, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut pada model hewan dan uji klinis.

Di sisi lain, terdapat pula pandangan yang menyoroti potensi kontraindikasi atau efek samping dari konsumsi nanas.

Beberapa pihak mengemukakan bahwa kandungan gula alami yang relatif tinggi pada nanas dapat menjadi perhatian bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Namun, pandangan ini seringkali diimbangi dengan fakta bahwa nanas juga kaya serat, yang dapat membantu memoderasi respons glikemik.

Sebuah artikel di Nutrition Research pada tahun 2018 membahas indeks glikemik berbagai buah-buahan tropis, menunjukkan bahwa nanas memiliki indeks glikemik sedang yang dapat dikelola dengan baik dalam diet seimbang.

Selain itu, potensi alergi atau iritasi mulut akibat enzim bromelain juga merupakan poin diskusi yang valid, meskipun reaksi ini umumnya ringan dan jarang terjadi.

Metodologi penelitian juga mencakup analisis nutrisi untuk mengidentifikasi konsentrasi vitamin, mineral, dan fitokimia dalam nanas. Teknik kromatografi dan spektrometri massa sering digunakan untuk mengukur kadar vitamin C, mangan, dan berbagai antioksidan seperti flavonoid.

Hasil analisis ini memberikan dasar ilmiah untuk klaim manfaat kesehatan. Misalnya, studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry edisi 2005 merinci profil antioksidan nanas dan hubungannya dengan kapasitas penangkapan radikal bebas.

Semua bukti ini secara kolektif mendukung narasi tentang nanas sebagai buah yang kaya nutrisi dan berpotensi terapeutik.

Rekomendasi

Berdasarkan analisis ilmiah yang komprehensif, rekomendasi utama adalah mengintegrasikan nanas sebagai bagian dari diet seimbang dan beragam.

Konsumsi nanas segar secara teratur, dalam porsi yang moderat, dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap asupan vitamin C, mangan, serat, dan bromelain yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, kekebalan tubuh, dan anti-inflamasi.

Disarankan untuk memprioritaskan konsumsi buah nanas utuh daripada jus kemasan yang mungkin mengandung tambahan gula dan kehilangan sebagian seratnya.

Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, gangguan pembekuan darah, atau alergi, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum meningkatkan konsumsi nanas atau mengonsumsi supleplemen bromelain.

Secara keseluruhan, buah nanas merupakan sumber nutrisi dan senyawa bioaktif yang luar biasa, menawarkan berbagai manfaat kesehatan mulai dari peningkatan pencernaan, penguatan kekebalan tubuh, hingga potensi anti-inflamasi dan antikanker.

Kandungan bromelain dan antioksidan yang melimpah menjadikannya subjek yang menarik dalam penelitian nutrisi dan farmakologi.

Meskipun banyak manfaat telah didukung oleh bukti ilmiah, sebagian besar penelitian tentang efek terapeutik spesifik bromelain masih memerlukan uji klinis skala besar pada manusia untuk konfirmasi definitif.

Oleh karena itu, penelitian di masa depan harus fokus pada studi intervensi manusia yang lebih ekstensif untuk lebih memahami mekanisme kerja dan dosis optimal dari komponen bioaktif nanas, membuka jalan bagi aplikasi terapeutik yang lebih luas dan pengembangan produk fungsional yang inovatif.